Trending Topic
Dalam 100 Film Asia Terbaik Versi Asian Cinema, Ada Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak

28 Aug 2025

Marlina (Marsha Timothy) yang membalas dendam demi kehormatan diri dan keluarga. Foto: Cinesurya


Ketegaran Marlina melawan para penjahat, dan berjalan berkilo-kilo meter sambil membawa kepala sang penjahat di tengah keringnya alam Sumba menjadi momen tak terlupakan dalam film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak (2017).

Film karya sutradara Mouly Surya yang dibintangi Marsha Timothy itu masuk ke dalam daftar 100 Film Asia Terbaik yang Diproduksi Sejak 1996 versi Asian Cinema 100 dari Busan International Film Festival

Marlina menjadi satu-satunya film Indonesia dalam daftar tersebut, sekaligus satu dari 18 film asal Asia Tenggara yang berhasil masuk dalam daftar.

Asian Cinema 100 merupakan inisiatif representatif yang meninjau ulang sejarah sinema Asia dan menyoroti warisan sinematik yang telah dibangun selama beberapa dekade. 

Daftar prestisius ini disusun berdasarkan survei internasional yang melibatkan 161 partisipan dari 34 negara—terdiri atas sutradara, produser, aktor, kritikus, peneliti, hingga penyelenggara festival film. 

Dari hasil jajak pendapat tersebut, terpilih 118 judul film (termasuk beberapa film dengan perolehan skor seri) yang dianggap memiliki nilai estetika, kekuatan naratif, dan kontribusi penting terhadap perkembangan sejarah sinema Asia.

Film In the Mood for Love karya Wong Kar Wai menempati peringkat pertama, diikuti A One and A Two karya Edward Yang pada posisi kedua, serta Parasite karya Bong Joon-ho di posisi ketiga. 

Sejumlah film penting lainnya, seperti Crouching Tiger, Hidden Dragon karya Ang Lee, Nobody Knows karya Kore-eda Hirozaku, A Separation karya Asghar Farhadi, dan Spirited Away karya Hayao Miyazaki, juga masuk dalam daftar tersebut.

“Saya jujur kaget dan senang melihat ada Marlina di daftar penuh dengan film-film legendaris dari Asia ini. Marlina umurnya sudah 8 tahun, tetapi terus memberikan kejutan bagi kami dan bagaimana dia terus hidup di hati penonton, dan ternyata tidak hanya penonton Indonesia tapi juga Asia,” kata Mouly Surya.
Advertisement

Mendapat pengakuan dari Busan International Film Festival yang merupakan festival film terbesar dan salah satu yang terpenting di Asia menjadi sebuah kehormatan bagi Mouly. 

“Saya berharap lebih banyak film Indonesia di masa yang akan datang (yang masuk daftar),” ujar Mouly.

Sebelumnya, Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak pernah ditampilkan dalam program spesial Busan International Film Festival 2021 bertajuk Wonder Women Movies, yang menghadirkan 10 film terbaik Asia karya sutradara perempuan, bersama karya-karya sutradara ternama seperti Mira Nair dan Naomi Kawase.

Film tentang seorang perempuan Sumba yang ingin balas dendam sambil berjuang mempertahankan kehormatan keluarganya itu juga telah menuai apresiasi di berbagai festival film internasional, termasuk world premiere di Directors’ Fortnight, Cannes, pada 2017. Apresiasi kali ini juga semakin meneguhkan posisinya sebagai salah satu karya penting dalam lanskap perfilman Asia kontemporer. 

Variety menulis film ini membawa genre baru, yaitu “Satay Western,” yang memadukan gaya film western dengan suasana kehidupan Asia, khususnya Sumba, Indonesia.

Penghargaan ini bukan hanya prestasi tersendiri bagi karier Mouly Surya sebagai sutradara, tetapi juga memantapkan eksistensi dan kontribusi sinema Indonesia di panggung dunia.

Kalau kamu belum nonton atau mau nonton ulang, film ini bisa ditonton di Netflix. (f)

Baca juga:
Raih Puncak Billboard Hot 100, KPop Demon Hunters Bikin Rekor Baru di Daftar Film Terlaris Netflix
Shah Rukh Khan Raih Aktor Terbaik di National Film Awards 2025, Kemenangan Pertama Setelah 3 Dekade
Luncurkan Poster dan Trailer Panjang, Rangga & Cinta Bakal Tayang 2 Bulan Lagi



 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?