Trending Topic
Cermat Berdonatur Lewat Crowdfunding

14 Feb 2016


Media sosial kembali menunjukkan kekuatannya. Kali ini dalam rangka pengumpulan dana membantu biaya rumah sakit dan perawatan Ibu Rosida (46), ibu rumah tangga asal Cibinong, Jawa Barat, yang menderita kanker payudara.

Cerita mengenai Ibu Rosida memang memilukan. Sudah lama kanker menggerogoti payudaranya. Namun, karena keterbatasan dana, ia tak bisa mendapatkan perawatan medis. Makin hari kanker itu melemahkan tubuhnya dan menimbulkan bau busuk.

Dalam foto-foto yang beredar di media sosial, terlihat Ibu Rosida tergeletak lemah tak berdaya di sebuah gerobak. Sebuah tempat yang tak layak untuk ditinggali. Kabarnya,  gara-gara bau busuk itu, tak ada pemilik kontrakan yang mau memberikan ia tempat tinggal. Foto Ibu Rosida menyebar secara viral di media sosial. Berbagai simpati pun diutarakan.

LovePink, sebuah komunitas peduli kanker kemudian berinisiatif menggalang dana utuk Ibu Rosida melalui situs crowdfunding, KitaBisa.com. Hanya dalam hitungan hari, dana yang terkumpul sudah mencapai lebih dari Rp200 juta. LovePink, melalui situs Kita Bisa juga terus memberikan informasi perkembangan jumlah dana yang diterima, hingga kondisi paling baru Ibu Rosida selama di rumah sakit.

Advertisement
Bukan kali ini saja Kita Bisa membantu pengumpulan dana untuk kegiatan sosial secara transparan. Jika dilihat pada situsnya, sudah ada puluhan orang yang terbantu berkat penggalangan dana yang dilakukan secara massal. Mulai dari mereka yang membutuhkan genting untuk sekolah, hingga penggalangan dana untuk Rio Haryanto agar berlaga di ajang balap mobil Formula-1.

Kita Bisa memang mempersilakan siapa saja untuk menggalang dana atau menjadi fundraiser. Asalkan, tujuan penggalangan adalah untuk aktivitas yang sifatnya sosial. Selain Kita Bisa, banyak sekali inisiatif gerakan crowdfunding di Indonesia. Kalau Anda cermat, ketika terjadi suatu bencana di sebuah wilayah di Indonesia, gerakan penggalangan dana cepat bermunculan.

Banyak yang kredibel, tapi banyak yang abal-abal, lho. “Karena itu donatur harus cermat sebelum memberikan dananya,” kata Valencia M. Rhanda (disapa Silly), penggiat sosial serta founder @Blood4LifeID dan @RumahharapanVCF. Program penggalangan dana memang rentan diselewengkan.

“Anda sebaiknya mencari tahu kredibilitas dari komunitas atau yayasan crowdfunding yang menawarkan Anda untuk berdonasi,” kata Silly. Ini bisa diketahui dari rekam jejak mereka dan transparansinya dalam penggunaan dana. “Yayasan yang benar biasanya akan selalu melaporkan hasil penggalangan dana mereka kepada donatur,” tambahnya.

Anda juga bisa mengeceknya melalui Kementerian Sosial atau Dinas Sosial di daerah. Karena  tiap lembaga atau yayasan yang melakukan penggalangan dana untuk kegiatan sosial harus terdaftar secara resmi di kedua lembaga milik pemerintah tersebut. (f)


 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?