Kelas Inspirasi IWC 2024 di sesi kedua membahas seluk-beluk kolaborasi jenama maupun usaha yang sangat menguntungkan.
Kolaborasi usaha atau segala aktivitas kerja sama yang membuat usaha menjadi lebih baik saat ini menjadi tren yang sangat diminati para pengusaha.
Pernah lihat camilan ringan rasa mi instan dengan dua logo jenama yang kita kenal? Itu merupakan salah satu contoh kolaborasi antar jenama F&B (food and beverage) yang sudah pernah dilakukan.
Bukan hanya produk-produk massal yang melakukannya; usaha jenis restoran fine dining experience dengan storytelling seperti Joongla, yang hanya dibuka untuk 8 kursi per sesi dengan tiap durasi sekitar 90 menit, juga melakukannya.
"Sejak awal kami selalu berkolaborasi dengan mitra dinas perindustrian dan perdagangan, UMKM, hingga LTKL (asosiasi aksi kolaborasi beranggotakan pemerintah kabupaten) sehingga timbul ide-ide menu baru," ungkap Mauludynna, Co-Founder Joongla Bandung, saat menjadi pembicara di Kelas Inspirasi Kolaborasi Kreatif Usaha F&B untuk Nilai Tambah Produk dalam rangkaian acara Indonesia Womenpreneur Conference 2024.
Banyak manfaat dan memudahkan usaha
Esensi dari kolaborasi usaha adalah untuk mencari solusi serta bagaimana cara terbaik agar mimpi bisnis bisa terwujud. "Kolaborasi ini tidak harus dengan pihak luar namun bisa juga dengan internal,"” ungkap Sonny Agustiawan, Pengajar Kewirausahaan Universitas Prasetiya Mulya, sambil menjelaskan kolaborasi internal yang dimaksud misalnya kolaborasi antar divisi, produk, dan sebagainya.Masih menurut Sonny, melakukan kolaborasi usaha baik antar jenama, unit usaha, maupun dengan pengusaha lain, bisa mendatangkan banyak manfaat. "Kalau sendiri, mungkin kita punya keterbatasan waktu, biaya, energi, pengetahuan, network, pengalaman, dan sebagainya. Nah, dengan kolaborasi kita bisa lebih inovatif dan perspektif kita juga jauh lebih luas."
Beberapa manfaat kolaborasi, di antaranya:
1. Bisa saling berbagi informasi
Dari yang sebelumnya kita tidak tahu menjadi tahu, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan nilai produk.
2. Saling berbagi aktivitas
Kalau tadinya dilakukan sendiri dari awal sampai akhir, kolaborasi memungkinkan terjadinya delegasi peran sesuai kemampuan pihak kolaborator. Kita pun bisa lebih fokus ke hal lain, misalnya memperbaiki strategi marketing, produksi, maupun riset. Dengan demikian, energi dan sumber daya pun terpakai lebih efisien dan efektif.
3. Lebih rmudah mendapatkan sumber daya
Kolaborasi memungkinkan pengusaha mengetahui dan memilih sumber daya yang belum diketahui, dimiliki, dan dibutuhkan. Dengan kolaborasi, kita juga bisa meminjam sumber daya dari kolaborator. Misalnya, pihak lain jago soal membuat resep, sementara usaha kita lebih unggul dalam inovasi, maka bisa memanfaatkan kemampuan resep kolaborator untuk membuat inovasi produk yang lebih baik.
4. Memperbaiki kapasitas
Jika awalnya kapasitas produksi hanya mampu di limit tertentu, saat mendapatkan order yang lebih besar, berkolaborasi bisa memperbesar kapasitas produksi sehingga bisa memenuhi target pesanan.
5. Benefit untuk kedua belah pihak
Kolaborasi antar jenama, misal, camilan ringan jenama A rasa mi instan jenama B, es krim jenama C rasa kukis jenama D, ini akan membuat jenama yang berkolaborasi akan menempel dan saling menguntungkan.
Konsep kolaborasi terkini, penta helix, memungkinkan pengusaha berkolaborasi dengan pengusaha lain, baik di industri yang sama maupun berbeda. Contohnya, produk dengan akademisi, film dengan media, UMKM dengan pemerintah, bahkan komunitas dengan jasa boga.
Sebagai penutup, Sonny mengingatkan, "Cuan tidak akan pernah bisa meningkat, semakin tinggi, atau bertambah secara signifikan, tanpa adanya kolaborasi. Jadi, kolaborasi itu memberi kita kesempatan untuk melakukan business growth."
Tashya mengajak para pengusaha jasa boga untuk memanfaatkan asosiasi, salah satunya adalah APJI. Foto: Dok. IWC 2024
Manfaatkan asosiasi
Selain manfaat untuk memangkas ongkos operasional usaha, bergabung dengan asosiasi juga membuka peluang untuk mengikuti pameran dengan biaya lebih terjangkau. Dan manfaat ketiga dari bergabung dengan asosiasi, Tahsya menjelaskan, pengusaha bisa menaikkan skill, mendapatkan pendidikan, pelatihan manajerial, bahkan melakukan sertifikasi produk.
Kiri ke kanan: Bowo Kristiyono, Kepala Divisi Pemasaran dan Pengembangan Bisnis Direktorat Bisnis Perum Bulog; Sonny Agustiawan, Pengajar Kewirausahaan Universitas Prasetiya Mulya; Mauludynna, Co-Founder Joongla Bandung; dan Tashya Megananda Yukki, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia. Foto: Dok. IWC 2024
Kolaborasi dengan Bulog? Kenapa tidak!
Badan Usaha Logistik (Bulog) yang sekarang sudah bertransformasi menjadi Perum Bulog sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan pengusaha. Perum Bulog sebagai operator kebijakan pemerintah memiliki 3 peran utama, yakni menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilisasi harga bahan pokok. Bahkan demi memberikan dukungan terhadap para pengusaha, Perum Bulog juga mengeluarkan produk-produk inovatif dam memiliki produk maklon yang siap diserap oleh industri yang membutuhkan."Ketiga pilar ini kami jaga, bersama dengan 26 kanwil dan 132 kantor cabang di seluruh Indonesia, termasuk Papua hingga batas utara Indonesia," Bowo Kristiyono, Kepala Divisi Pemasaran dan Pengembangan Bisnis Direktorat Bisnis Perum Bulog, menegaskan.
Perum Bulog memiliki berbagai produk inovatif, salah satunya beras terfortifikasi dengan tambahan vitamin dan mineral bermanfaat.
Foto: Dok. IWC 2024
Perum Bulog saat ini membuat ekosistem yang menggandeng berbagai pihak dari mulai hulu ke hilir. Misalnya, di sektor hulu Perum Bulog membentuk PMO (Project Management Office) mitra tani sebagai agregator mitra petani agar memiliki nilai ekonomis produk dan usaha yang lebih baik. Perum Bulog juga mengupayakan agar para petani serta pengusaha lokal mendapatkan literasi yang dibutuhkan, misalnya, cara produksi yang baik serta kegiatan usaha tani yang lebih menghasilkan.
"Perum Bulog juga membuat 10 sentra penggiat padi di Pulau Jawa, Lombok, dan seterusnya. Sentra ini melakukan proses pengolahan padi, membeli gabah dari petani, hingga mengantarkan kebaikan ke meja makan Bapak-Ibu semua," kata Bowo, memberi gambaran ekosistem Perum Bulog saat ini.
Di tingkat lanjutan, Perum Bulog yang juga memimpin rantai pasok pangan dan sangat tepercaya, memiliki sekitar 20 ribu Rumah Pangan Kita (gerai penjualan pangan pokok yang dibina Perum Bulog), serta menyediakan aplikasi gratis untuk RPK.
"Perum Bulog memang sudah menyediakan fasilitas, baik untuk bisnis skala kecil maupun skala besar. Dan kami terbuka untuk bersinergi dengan pengusaha demi kebaikan kita semua," kata Bowo menutup Kelas Inspirasi itu.
Terjawab sudah mengapa kolaborasi itu penting. Yuk, kepakkan sayap usaha lebih tinggi lagi! (f)
Baca juga:
Indonesia Womenpreneur Conference 2024 Dorong Pengusaha Perempuan Naik Kelas
Menjawab Tantangan dan Peluang Bisnis Bareng Orang Terdekat
UN Women Ajak Perempuan Wirausaha Bangun Bisnis Responsif Gender Demi Kebaikan
Laili Damayanti
Topic
#IWC2024, #IndonesiaWomenpreneurConference, #IWC, #Bisnis, #Wanwir, #WanwirFemina, #AkademiFemina