Trending Topic
Anak Positif COVID-19 Tanpa Gejala, Ini Panduan Isolasi Mandiri untuk Anak

7 Jul 2021

Foto: Freepik


Berdasarkan data yang didapat dari covid19.go.id, kasus positif COVID-19 pada anak Indonesia usia 0 – 18 tahun mencapai 12,6%. Itu berarti, satu dari delapan anak tertular COVID-19. Mengingat antrean masuk rumah sakit yang sangat panjang akibat penuhnya kamar rawat inap, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan agar anak yang tidak bergejala atau mengalami gejala ringan sebaiknya menjalani isolasi mandiri di rumah saja.

Menurut IDAI, selama anak masih aktif, bisa makan minum, dan lingkungan rumah atau kamar memiliki ventilasi yang baik, anak boleh menjalani isolasi mandiri. Berikut panduan yang dirangkum dari laman resmi IDAI:
 
Pengasuhan anak
1. Orang tua tetap dapat merawat anak, namun pastikan Anda memiliki risiko rendah terhadap gejala berat COVID-19.
2. Jika ada anggota keluarga yang juga terkonfirmasi positif, mereka bisa menjalani isolasi bersama.
3. Jika anak dan anggota keluarga yang terkonfirmasi positif berada pada status COVID-19 yang berbeda, berikan jarak tidur 2 meter dan mereka harus tidur di kasur terpisah.
4. Ibu yang merupakan kontak erat atau suspek COVID-19 dapat tetap menyusui anak, dengan tetap memakai masker.
5. Ibu yang terkonfirmasi positif COVID-19 dengan gejala ringan atau tidak bergejala juga dapat menyusui anak, selama kondisi klinis ibu dan anak stabil. Jika tidak yakin, berkonsultasilah dengan dokter.
6. Pastikan ibu mencuci tangan sebelum menyentuh dan menyusui anak, serta menerapkan etika batuk yang baik.
 
Perawatan kesehatan
1. Periksa suhu 2 kali sehari, yaitu pagi dan sore.

2. Pantau laju napas dan kenali tanda bahaya berikut:
    - ≥ 60 kali/menit untuk anak di bawah 2 bulan
    - ≥ 50 kali/menit untuk anak usia 2 – 11 bulan
    - ≥ 40 kali/menit untuk anak usia 1 – 5 tahun
    - ≥ 30x/menit untuk anak usia di atas 5 tahun

3. Periksa saturasi oksigen secara teratur dan pastikan minimal 95%.

4. Waspada dan segera hubungi dokter, jika anak mengalami gejala berat, antara lain:
    - Anak banyak tidur
    - Napas cepat
    - Ada cekungan di dada, hidung kembang kempis
    - Saturasi oksigen di bawah 95%
    - Mata merah, ruam, leher bengkak
Advertisement
    - Demam lebih dari 7 hari
    - Kejang
    - Tidak bisa makan dan minum
    - Mata cekung
    - Frekuensi buang air kecil berkurang
    - Terjadi penurunan kesadaran

5. Sediakan obat demam dan multivitamin (vitamin C, vitamin D, zinc).

6. Berikan makanan bergizi.

7. Jaga kondisi psikologis anak dan bikin dia selalu happy, misalnya memberi mainan favoritnya, serta menyetel tontonan dan membacakan buku kesukaannya.
 
Penggunaan masker
1. Anak usia 2 tahun ke atas yang sudah dapat memakai dan melepas masker dianjurkan untuk mengenakan masker.
2. Pastikan masker dipasang dengan tepat, menutupi hidung dan mulut secara rapat.
3. Berikan istirahat masker, jika anak sedang sendirian di kamar, atau berada dalam jarak 2 meter dari Anda atau pengasuhnya.
4. Saat tidur, anak boleh melepas masker.
5. Anda atau pengasuh yang berada di ruangan yang sama dengan anak harus terus mengenakan masker dan, jika memungkinkan, memakai pelindung mata. 
 
Disinfeksi rumah
1. Pastikan Anda rutin membersihkan bagian-bagian di dalam rumah yang sering disentuh, seperti gagang pintu, saklar lampu, remote control, dan keran air
2. Pembersihan bisa dilakukan dengan cairan sabun atau cairan disinfektan khusus (f)


Baca Juga: 
Presiden Joko Widodo Umumkan Vaksinasi Anak Usia 12 hingga 17 Tahun Segera Dimulai
Tren Kasus COVID-19 Pada Anak Meningkat, Ini Gejala yang Orang Tua Perlu Waspada
Inovasi Terkini: Bio Saliva, Deteksi COVID-19 Tanpa Rasa Sakit

 



Topic

#isolasimandiri, #covid-19, #pandemi

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?