Selalu ada kejadian seru dan menarik di balik talent show. Kehilangan anak didik karena tereliminasi, saling beradu opini di antara juri, hingga cinta lokasi. Pada The Voice 2015 lalu, Gwen Stefani yang juga bertugas melatih penampilan kontestan, mengaku sangat dekat dengan salah satu peserta di #TeamGwen, Korin Bukowski (20).
Sejak awal menyaksikan penampilan Korin dalam blind audition, Gwen mengaku langsung jatuh hati. Makanya, saat Korin memilih Gwen menjadi coach-nya, pelantun Hoolaback Girl ini menyambut dengan antusias. Ia bahkan sengaja membawa T-shirt berwarna abu-abu bertuliskan ‘Team Gwen’, khusus untuk Korin.
Kedekatan personal antara Gwen dengan Korin terjalin dengan baik selama program berlangsung. Salah satu hal yang membuat keduanya kian dekat adalah proses coaching yang dilakukan bersama kontestan lain: Braiden dan Jeffrey Austin. “Gwen adalah idola saya. Bisa latihan bareng dan berbagi cerita bersama idola adalah hal terhebat dalam hidup. Gwen telah mengubah hidup saya jadi lebih positif,” ujar kontestan asal Miami, Florida, Amerika Serikat (AS), ini.
Kesedihan ditinggal anak didik hanyalah sesaat. Sebab, di saat yang sama, Gwen sebenarnya tengah dimabuk cinta. Kebersamaan dengan Blake Shelton selama 2 season menjadi juri The Voice, menyisakan benih-benih cinta di antara keduanya. Sebelum terjadi cinta lokasi, Gwen dan Blake sebenarnya sama-sama baru patah hati. Gwen baru saja bercerai dari Gavin Rossdale, yang dikabarkan berselingkuh dengan pengasuh keluarga mereka. Sementara Blake juga baru saja bercerai dari penyanyi country, Miranda Lambert. Cinta lokasi yang terjalin membuat keduanya saling melempar senyum mesra tiap kali tampil bersama, terutama pada season 9. Bahkan, gosipnya saat ini Gwen dan Blake tengah merencanakan pernikahan!
Ada yang dimabuk cinta, ada pula juri yang kerap perang argumen saat menilai kontestan, seperti Anggun dan David Foster dalam Asia’s Got Talent. Anggun yang fleksibel terbilang kontras dengan David yang kerap menilai kontestan secara teknis. “David bisa banget menjatuhkan kontestan dengan mengatakan, ‘Suara kamu fals.’ Padahal, kontestan itu pasti sudah melakukan yang terbaik,” ungkap Anggun.
'Perang’ antara Anggun dan David Foster terlihat saat menilai grup musik tradisional asal Malaysia, Sada Borneo. Secara keseluruhan, kontestan tampil baik. Sayangnya, penampilan Sada Borneo tak mampu mencuri hati David. “Penampilan kalian terlalu biasa. Ini adalah ajang kelas dunia. Musik kalian terlalu lokal dan tidak pantas ada di panggung ini,” tutur David.
Sebaliknya, hal itu langsung dibantah oleh Anggun yang justru merasa terinspirasi oleh musik Sada Borneo. “Saya rasa, suatu hari nanti saya harus membuat album dengan musik seperti kalian,” kata pelantun Tua-Tua Keladi ini, tersenyum. Keseruan juga terjadi pada audisi American Idol season 14 di Nashville, AS, saat seorang kontestan, Michael Simeon (22), meminta satu hal spesial kepada Jennifer. Bila kontestan pada umumnya mengharapkan golden ticket, Michael justru meminta berdansa dengan Jennifer!
Bukannya sinis menolak permintaan unik tersebut, penyanyi yang biasa disapa J-Lo ini memenuhi permintaan Michael, meski awalnya sempat kaget. Dengan semangat, ia berdiri dari kursi juri dan melangkah menuju tempat Michael berdiri. Diiringi lagu Stay with Me (Sam Smith) yang dimainkan oleh seorang pianis, Jennifer dan Michael tampak serasi saat melakukan slow dance.
Mantan istri Marc Anthony ini tak segan memeluk dan bersandar di pundak Michael. “Thank you, Michael. Ini adalah salah satu momen paling menyenangkan dalam hidup saya,” ujar Jennifer. Michael pun menanggapinya dengan raut wajah bahagia. Ia mendapatkan 2 keuntungan sekaligus, golden ticket dan kesempatan berdansa dengan Jennifer.
Mengaku penggemar Jennifer, Michael merasa bahagia bisa berdansa dengan Jennifer. Momen tersebut memang terbilang langka dan hanya terjadi sekali dalam seumur hidup. Namun, Michael justru berharap momen tersebut bukan hanya once-in-a-lifetime experience. “Momen itu sangat berkesan dan tak akan saya lupakan. Hanya orang-orang terpilih yang bisa berdansa dengan wanita secantik Jennifer. Saya berharap bisa melakukannya lagi di lain kesempatan,” tutur Michael, tersenyum.
Ajang pencarian bakat memang menyisakan banyak cerita, terutama bagi para kontestan. Mereka datang dari berbagai tempat, latar belakang, usia, dan profesi yang berbeda. Dan memang, menarik menyaksikan perjalanan para kontestan mulai dari awal audisi hingga benar-benar menjadi bintang. Hal tersebut menyisakan kesan tersendiri bagi tiap juri yang tentu punya jagoan masing-masing.
Pada tahap 12 besar American Idol 2014 misalnya, Jennifer tak kuasa menahan tangis saat jagoannya, Malaya Watson (17), harus tersingkir dari babak 12 besar. Dibandingkan saat finalis lain di season sebelumnya dieliminasi, ekspresi kesedihan Jennifer ketika menangisi kepergian Malaya terlihat lebih jelas. “Saya sangat sedih Malaya dieliminasi. Dia masih sangat muda dan terlihat belum mampu mengontrol kesedihan,” ungkap Jennifer, yang mengaku tak sanggup berbicara kepada Malaya setelah tereliminasi, karena akan membuatnya makin sedih.
Demikian juga ketika Korin akhirnya tereliminasi dari The Voice, Gwen mengaku sangat bersedih. “Saya telah mengikuti perjalanan kamu mulai dari awal audisi hingga saat ini. Kamu adalah wanita yang menginspirasi. Teruslah bersinar dengan bakat yang kamu punya,” ujar Gwen, sembari menahan tangis.
Meski telah berpisah setelah tereliminasi, Korin mengaku tetap memiliki kedekatan batin dengan Gwen, mengingat ia telah menghabiskan banyak waktu latihan dengan Gwen.(f)