Travel
Hiking Sambil Menikmati Sakura di Yoshino, Nara

21 Mar 2020

Bunga sakura di Jepang tahun ini mekar lebih awal. Sayangnya virus corona membuat acara menikmati keindahahan bukan sakura di Jepang tahun ini sepi. 

Di Tokyo Sakura sudah mulai melar pada tanggal 14 Maret dan akan full bloom tanggal 23 Maret. Di Kyoto, salah satu destinasi favorit turis, sakura mulai mekar tanggal 19 Maret dan akan mekar penuh tanggal 28 Maret. Sementara di Osaka, sakura mulai mekar pada 23 Maret dan full bloom pada 30 Maret. 

Menurut catatan Badan Meteorologi Jepang, sakura tahun ini mekar 12 hari lebih cepat dibanding waktu rata-rata. Bahkan lebih cepat dua hari dibanding waktu tercepat yang pernah tercatat, yaitu 16 Maret pada tahu  2002 dan 2013. Suhu udara yang lebih cepat hangat tahun ini disebut sebagai penyebab. 

Berhubung Jepang dan seluruh dunia sedang dilanda pandemik virus corona, pemerintah melarang berkumpul d keramaian termasuk hanami, menikmati sakura di taman beramai-ramai. Ini saatnya menahan diri melakukan traveling demi menghentikan penyebaran virus corona penyebab COVID-19, tapi sekadar hanami virtual, boleh dong.

Mungkin karena sudah bosan hanami di taman kota, sebagian orang pergi ke pegunungan. Salah satu tempat yang terkenal adalah bukit Yoshino, 45 km di selatan kota Nara. Tahun ini sakura di Nara mulai mekar tanggal 22 Maret dan mencapai puncak mekar 29 Maret. 

Untuk mencapai Yoshino kita bisa menggunakan kendaraan pribadi atau kereta. Ada dua pilihan kereta Kintetsu Railway dari stasiun Osaka Abenobashi yang langsung mencapai stasiun Yoshino, yaitu kereta express yang memiliki waktu tempuh 90 menit atau kereta limited express yang waktu tempuhnya 75 menit. Begitu keluar di stasiun Yoshino, pada musim sakura, biasanya kita akan langsung melihat ratusan orang yang berniat hanami di sini. Ramai sekali.

Ada yang memulainya langsung berjalan kaki, menggunakan bis, dan ada juga yang menggunakan kereta gantung untuk menuju desa terdekat. Bukit Yoshino terbagi atas empat area, shimo senbon, naka senbon, kami senbon, dan oku senbon. Dari titik awal hingga puncak jaraknya sekitar 8 km. senbon artinya seribu batang pohon. Tapi sesungguhnya di bukit ini diperkirakan ada 30 ribu pohon sakura. Tak heran kalau saat musim sakura, dari kejauhan bukit ini terlihat berwarna merah muda.
Advertisement

Area paling ramai adalah naka senbon dimana terdapat banyak toko souvenir, resto dengan jendela besar untuk menikmati pemandangan sakura, gardu pandang, dan penginapan. Jika Anda berniat hiking hingga titik teratas, jangan lupa membeli bekal makan siang di sini.

Di bukit ini juga ada beberapa kuil Shugendo, Buddha, dan Shinto. Yang termegah kuil Kimpusenji, kuil Shugendo. Terbuat dari kayu, kuil ini terdaftar sebagai UNESCO World Heritage site. Ada juga kuil Yoshimizu, Mikumari, Chirin-in, Nyoirinji, dan Sakamotabo.

Apa yang dilakukan setelah hiking? Tentu saja hanami, piknik menikmati makan siang sambil menikmati pemandangan yang didominasi warna merah muda. Tradisi menikmati sakura di Yoshino ini sudah lama terjadi, bahkan bukit terkenal sebagai tempat favorit Toyotomi Hideyoshi, salah satu Shogun yang berkuasa pada abad ke-16.  Jika lelah turun, kita bisa menggunakan bis.

Anda bisa mencobanya musim semi tahun depan, ya. (f)

Baca Juga:

Villa Mewah Tawarkan Tidur Komunal Gaya Sumba
Resort Mewah Hadir di Dekat Taman Nasional Komodo
Musim Berburu Aurora



Topic

#travel, #jepang, #sakura

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?