Sex & Relationship
Suami Jarang Mendengarkan

15 Mar 2016


Saya berpacaran selama 5 tahun dan saat ini usia pernikahan kami hampir 3 tahun. Suami saya sangat jarang mendengarkan pendapat saya, dia lebih mau mendengarkan saran dan pendapat dari kedua kakak dan adik laki-lakinya atau dari ibunya. Misalnya saja, beberapa waktu lalu saat kami berselisih paham, yang menengahi adalah ibu mertua saya yang bicara dengannya. Atau bahkan untuk urusan dekorasi rumah, suami mendengarkan adiknya (yang kebetulan tinggal bersama kami). Situasi ini cukup mengganggu saya karena saya merasa sering tidak dihargai oleh suami saya sendiri. (T)
 
Kata Monty
Anda beruntung mengenal keluarga suami yang mampu bersikap objektif, tidak memihak kepada suami manakala ia berada pada posisi yang keliru. Ketika berpacaran ada sasaran kebersamaan, sedangkan ketika sudah bersama sasaran tersebut sudah tidak lagi ada, yang tersisa adalah kebiasaan mencari kelemahan satu sama lain.
Bersyukurlah manakala masih ada kebersamaan. Jangan terlalu berharap untuk senantiasa dihargai, ataupun dibenarkan. Berikan kesempatan baginya untuk memilih keputusannya, kalau ternyata hasilnya keliru, sampaikan niat Anda untuk membantu.

Tidak perlu mengemukakan bahwa sebenarnya Anda telah mengantisipasi. Jalani kebersamaan dengan tulus, lakukan yang terbaik yang bisa Anda lakukan, karena bukankah kita ingin berbuat baik dengan tulus, dan ingin berbuat sesuatu demi penghargaan?
Advertisement
 
Kata Irma
Banyak pasangan yang terkejut ketika menikah dan mendapati karakter pasangannya berbeda dari yang ia kenal saat pacaran. Biasanya, memang orang akan menutupi sifat aslinya ketika masih berpacaran. Tak peduli seberapa lama Anda berpacaran, pasti ada kebiasaan atau sifat-sifat yang baru Anda kenali saat menikah.
           
Jika Anda merasa keberatan suami seolah lebih mendengarkan keluarganya, Anda harus utarakan hal ini bahwa Anda berharap ia bisa memiliki keputusan sendiri atau melibatkan Anda dalam mempertimbangkan sesuatu. Bagaimanapun, Anda adalah istrinya. Bisa jadi suami terkesan lebih bergantung pada keluarga karena masalah kebiasaan saja. Anda harus sabar dan pelan-pelan agar ia bisa mengubah kebiasaannya untuk mulai mengajak Anda berdiskusi bersama.
           
Lebih baik Anda melihat sisi positifnya saja, bahwa ada banyak orang yang peduli di sekitar Anda dan bisa dijadikan tempat sharing. Akan lebih baik jika Anda mendekati keluarganya, siapa tahu mereka justru akan melibatkan dan mendengarkan pendapat Anda ketika suami mencari saran dari mereka.(f)
 


 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?