Sex & Relationship
Payudara VS Bokong: Ini Pilihan Para Wanita

16 Jul 2016


Foto: Fotosearch
 
 
Jessi Klein, komedian dan head writer untuk Inside Amy Schumer, pernah menuliskan opini tentang tubuhnya. Ketika remaja, ia mengkhawatirkan dadanya yang rata dan tak pernah memikirkan soal bokong. Ia pikir, Tuhan meletakkan bokong di bagian belakang tubuh supaya wanita tidak perlu repot memikirkannya. Namun, nyatanya, bokong berada di belakang supaya pria bisa ngobrol seru soal bokong kita tanpa kita ketahui.

“Beranjak dewasa, saya percaya bahwa saya sudah memiliki segala perlengkapan agar bisa dianggap menggairahkan. Sayangnya, saat itu Jennifer Lopez menjadi superstar. Itulah titik balik bagi bokong. Ternyata, pria akan atau sebenarnya sudah memperhatikan bokong selama bertahun-tahun,” begitu tulisnya.

Barangkali, sebagian besar wanita di dunia menganggap payudaranya sebagai aset seksual. Tapi, apakah pasangannya –atau pria pada umumnya--juga berpikir demikian?

TETAP PUNYA DAYA TARIK
Payudara dan bokong? Bagi wanita, mereka seperti dihadapkan pada pertanyaan sulit: ingin kaya atau ingin populer. Kalau boleh, sih, tidak memilih. Soalnya, mau dua-duanya.

Menurut survei yang dilakukan oleh www.mirror.co.uk terhadap 200 wanita, ternyata 10% responden menyukai payudara mereka. Namun, 30% responden cenderung membandingkan payudaranya dengan payudara wanita lain, terutama saat di kolam renang, pantai, atau pusat kebugaran. Hasilnya? Hmm, mereka jadi membenci payudaranya sendiri!

Survei juga menemukan bahwa 30% lainnya menerima bentuk payudara mereka apa adanya. Meski ada yang suka, tidak suka, atau pasrah, 93% responden mengaku   bahwa pasangannya menyukai payudara mereka ada adanya.

Susy Fianti (36), marketing manager, mengaku bahwa ia lebih mengandalkan payudara untuk urusan keseksian. “Ini aset yang paling mudah terlihat dan paling berpengaruh dalam berpakaian. Ketika berat badan naik, sering kali ukuran payudara ikut membesar. Kalau kita bisa memilih model pakaian yang tepat, maka ukuran payudara terlihat proporsional. Hanya dengan membuka satu kancing saja, sudah terlihat menggoda,” ujarnya.

Bagi Shania Harisman (29), seorang penulis, payudara adalah aset tubuh andalannya. “Saya happy banget dengan ukuran payudara saya semasa hamil dan menyusui. Sekali seumur hidup akhirnya saya punya cleavage dan payudara yang berisi. Suami jadi selalu tersenyum genit ketika melihatnya,” ceritanya, tersipu-sipu.

Advertisement
Shania malah sempat ingin memiliki payudara lebih besar. Tetapi, akhirnya ia berpikir, model papan atas seperti Kendal Jenner dan Gigi Hadid pun tidak bermodalkan payudara besar. “Yang penting penampilan keseluruhannya saja,” katanya.  

Begitu juga dengan Andara Cyntania (38), pengusaha. Baginya, payudara adalah aset utamanya. Bahkan ia memutuskan untuk breast implant dari ukuran cup A menjadi C, dan sangat happy dengan hasilnya. “Penampilan saya jadi lebih menawan. Jenis busana konservatif pilihan saya pun jadi kelihatan lebih klasik ketimbang dahulu. Dan saya tidak merasa perlu mengenakan pakaian seksi agar merasa seksi setelah breast implant,” ungkap Andara.

Sementara, Ariena Nujraha (33), desainer interior, mengaku sulit memilih yang mana dari ‘trio seksi’ yang menjadi andalannya: payudara, bokong, atau paha? “Semuanya… hahaha…,” ujarnya. Ia selalu senang melihat bentuk dan ukuran payudara para artis Hollywood. Ibu berputra tiga ini mengaku, tiap kali usai melahirkan, ia selalu  berolahraga untuk mengencangkan bagian-bagian tubuh tersebut. Menurutnya, artis Hollywood banyak yang membanggakan bentuk tubuhnya, meski baru melahirkan. Itu menunjukkan betapa nyamannya mereka dengan perubahan badannya.

Ariena mengaku, sebelum hamil anak ketiga, ia sempat bertanya kepada dokter bedah kecantikan, apakah bentuk payudaranya bisa diperbaiki. “Bukan untuk memperbesar ukuran, lho, melainkan agar terlihat kencang. Namun, hingga kini belum pernah, sih, dioperasi,” tambahnya.

Karena merasa memiliki payudara yang imut, Marinda Juliana tidak terlalu memujanya bila dibandingkan bokong. “Ukuran payudara saya, sih, standar saja. Tapi, menurut suami, itu adalah ukuran yang pas, karena dia justru tidak suka payudara yang terlalu besar,” ujarnya.
Dulu, Marinda  mengira aset seksual hanya payudara. “Tapi, nyatanya bokong saya dinilai seksi oleh suami dan teman-teman wanita saya. Bahkan, tanpa mengenakan jeans yang terlalu ketat pun, kata mereka, saya kelihatan seksi,” ceritanya, bangga.

Meski bokong sedang diagung-agungkan, artikel The Real Reason Why Men Are So Infatuated with Your Breast di www.tango.com menjelaskan bahwa pria tetap mengagumi payudara wanita, tanpa berpatokan pada ukuran atau bentuk. Bagi sebagian besar pria, kekencangan payudara lebih penting dibandingkan ukuran. Mereka tidak menyukai payudara palsu yang oversized seperti milik Pamela Anderson.

Bagi wanita yang ingin memiliki payudara dengan ukuran lebih dari cup C, situs ini menegaskan: you don’t need them. Banyak pria yang sangat menyukai payudara itty-bitties yang relatif kecil. Mereka, sih, mengaku payudara yang tidak sama besar juga tidak masalah.

Payudara, dengan ukuran berapa pun, merupakan bagian tubuh paling populer dalam kaitannya dengan seks. Begitu kata neuroscientist Ogi Ogas dan Sai Gaddam. Ini berlaku umum di negara mana pun, dari Amerika Serikat, India, Jepang, hingga Arab Saudi. Namun, menurut mereka, kini bokong hampir menyamai popularitas payudara dan mereka menemukan banyak situs seks yang mendedikasikan diri yang khusus mengulas soal bokong.

“Kian lama pop culture kian memuja bokong. Dengan penampilan mainstream para selebritas berbokong besar, seperti J-Lo dan Kim Kadarshian, wanita ingin meniru gaya mereka dan ikut-ikutan memamerkan bokong untuk menarik perhatian,” kata Ava Cadell, dokter dalam bidang human sexuality dan penulis buku NeuroLoveology.(f)
 



Topic

#payudarabokong

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?