Marina - Bogor
Saran Irma Makarim
Tentu saja, ancaman dan teror dalam bentuk apa pun tidak boleh dibiarkan. Anda dan suami harus mendiskusikan hal ini untuk mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan yang tidak diharapkan. Minta suami untuk selalu terbuka tentang kasus yang sedang ia tangani agar Anda sekeluarga bisa bersiap menghadapi kondisi apa pun.
Jalin komunikasi yang baik antara Anda, suami, keluarga besar, dan lingkungan terdekat. Selain itu, jaga hubungan baik dengan pihak berwajib dan lembaga swadaya masyarakat yang menangani kasus hukum. Mereka bisa membantu memberi rasa aman dan perlindungan untuk Anda dan keluarga.
Saran Monty Satiadarma
Tiap pekerjaan tentu saja selalu satu paket dengan risiko. Sebagai seorang hamba hukum yang profesional, suami Anda pasti sudah memahami risiko pekerjaannya. Salah satunya, bila keluarga mendapatkan ancaman atau teror dari pihak yang merasa dirugikan. Langkah terbaik untuk mengatasi ancaman dan teror adalah perlindungan keamanan dari pihak berwajib.
Untuk jangka panjang, ajak suami untuk bertukar pikiran secara rutin. Sampaikan rasa bangga Anda terhadap pekerjaannya, sekaligus kekhawatiran Anda. Sebagai kepala rumah tangga, suami berkewajiban memberikan perlindungan pada keluarga, sebagaimana ia memberikan perlindungan terhadap klien hukumnya.
Coba juga untuk lebih proaktif memperluas jaringan Anda, khususnya ke pihak-pihak yang kelak bisa diandalkan jika Anda menerima ancaman atau kondisi darurat lagi. Misalnya, bergabung ke komunitas sosial atau berkenalan dengan keluarga dari rekan-rekan suami. Dengan begitu, keluarga Anda mendapat lebih banyak dukungan perlindungan.