Apakah Berselingkuh Sifat Keturunan?
23 Dec 2016
Sejak berpacaran dengan A (30), empat tahun lalu, beberapa kali saya (28) dikhianatinya. Meski sempat putus, akhirnya kami selalu kembali bersama. Saya sangat mencintainya sehingga setiap kali A meminta maaf, hati saya luluh. Akhir-akhir ini saya meragukan cintanya. Apalagi, ia tidak sekali pun menyinggung soal pernikahan. Perlu diketahui, A berasal dari keluarga yang orang tuanya bercerai gara-gara ayahnya berselingkuh. Yang ingin saya tanyakan, apakah sifat suka berselingkuh dan enggan terikat yang ada pada ayah A itu menurun juga kepada kekasih saya? Kalau tidak, mengapa A sepertinya tidak belajar dari perkawinan orang tuanya?
Milana – Palembang
Kebiasaan berselingkuh bukanlah sesuatu yang diturunkan. Dan, pengalaman masa lalu terkadang tidak selalu dijadikan sebagai pembelajaran hidup untuk tidak melakukan hal yang sama, malah tak jarang dijadikan sebagai contoh atau pegangan bertoleransi untuk dirinya. Sepertinya, kekasih Anda gagal menjadikan pengalaman orang tuanya sebagai pelajaran untuk tidak melakukan hal menyakitkan (berselingkuh) itu terhadap pasangannya.
Yang perlu dipertanyakan adalah seberapa besar cinta Anda untuk mengorbankan diri berpasangan dengan seorang pria yang mungkin saja tidak bisa melepaskan diri dari kebiasaannya berselingkuh? Terlebih, tampaknya ia belum menunjukkan keseriusannya untuk memiliki komitmen jangka panjang. Seorang pria yang sudah memasuki usia 30 tahun, seharusnya sudah mulai lebih serius dalam menjalin hubungan.
Rasanya, empat tahun bukanlah waktu yang singkat. Jangan sampai Anda membuang waktu dan mengorbankan diri untuk sesuatu yang tidak jelas hasilnya. Cobalah renungkan lagi, apa yang terbaik untuk Anda. Mulailah untuk memikirkan diri sendiri dan mengambil keputusan secara tegas.
(f)
Baca juga:
Topic
#Selingkuh