Foto: Fotosearch
1. Lakukan check-up.
Pemeriksaan medis sebelum pernikahan bukan hanya untuk memastikan kesehatan dan kesempurnaan calon anak, tapi juga bisa untuk mengetahui kemungkinan terjadinya disfungsi seksual.
2. Pupuk pede.
Apa yang membuat kita tidak pede saat memandangi diri sendiri di depan cermin? Perut yang tidak rata? Dada terlalu kecil? Hei, tidak semua orang bisa punya tubuh sekeren supermodel. Jangan jadikan kekurangan diri menjadi penghalang kenikmatan bercinta. Jika si dia benar-benar menyayangi kita, segala kekurangan itu tidak bakal begitu berarti, kok.
3. Atasi trauma masa lalu.
Berani menghadapi trauma masa lalu bukan hal mudah, apalagi tidak semua orang menyadari dirinya mengalami trauma. Butuh banyak keberanian dan tekad. Selalu ingat bahwa kita berhak mendapatkan masa depan yang lebih baik, termasuk pernikahan yang bahagia. Jika tidak bisa teratasi, minta pertolongan pada profesional agar masa lalu tidak lagi mengganggu.
Saat kita tidak lagi menikmati kegiatan bercinta, bukan tidak mungkin pasangan benar-benar clueless. Jangan sampai, ah, kita terus-menerus memalsukan orgasme hanya agar si dia happy. Bicarakan soal apa yang kita mau dan tidak mau, berbagi perasaan, serta minta si dia membantu dan bersabar. Sst, butuh kerja sama dan pengertian yang kuat agar masalah disfungsi seksual ini bisa segera diatasi! (f)
Baca juga:
4 Macam Disfungsi Seksual pada Wanita
5 Trik yang Bisa Dilakukan Pasangan Saat Malas Bercinta
6 Hal Wajib Coba Saat Malas Bercinta
Wulan Kusumawardhani
Topic
#tipbercinta