Foto: 123RF
Target Hidup yang Jelas
Taufan Maulana, 26, Menikah, Wirausaha
Saya menikah dengan Intan Dwinovioanti (27) setelah tujuh tahun pacaran, di awal tahun 2016. Padahal target kami menikah antara umur 29-30 tahun, setelah karier sukses.
Setahun bekerja, kesiapan finansial yang saya prioritaskan, ternyata belum tercapai. Kami pun bertekad lebih serius dengan cara membuka tabungan bersama untuk biaya pernikahan dan bulan madu. Cara ini berhasil, kami bisa lebih disiplin menabung.
Sejak pacaran, saya merasa kami berdua bisa saling mengenal lebih baik dan mengimbangi satu sama lain. Misalnya saja, watak saya dan pasangan sangat berbeda. Saya lebih ramah dan senang bersosialisasi, sementara istri cenderung lebih pendiam ketika bertemu orang lain. Diskusi menjadi cara kami berkomunikasi sekaligus menyelesaikan masalah. Termasuk tentang rencana-rencana untuk rumah tangga kami.
Usia pernikahan kami memang masih seumur jagung, tapi kami sadar, semua tak akan berjalan seindah bulan madu. Saya merasa sifat kami yang bertolak belakang justru akan saling mengisi dan menjadi ‘rem’ untuk pasangan. Kami selalu berusaha menjaga komitmen dan tetap membuat rencana jangka pendek dan jangka panjang. Satu per satu kami mencoba memenuhi target. Bagi kami, dengan menikah target kami menjadi lebih jelas, apa yang ingin kami capai satu hingga lima tahun mendatang.
Sekarang ini, istri tengah mengandung empat bulan. Rencana terdekat adalah mempersiapkan kelahiran dan segera memiliki rumah. Sudah banyak masukan, terutama soal tumbuh kembang anak, yang kami terima. Namun, kami tetap punya pola asuh sendiri yang akan kami terapkan. Saya pun tidak memaksa istri untuk menjadi full time mother, semuanya tergantung pilihan dia.
Baca juga cerita Ade Silvia yang menikah muda dan menghadapi tantangan di tahun pertama pernikahannya.
Faunda Liswijayanti
Topic
#millennialmanual