Celebrity
Transformasi Gaya Chicco Jerikho

21 Mar 2014

Jika sebelumnya kita lebih sering melihat Chicco di sinetron, di bulan Juni mendatang kita akan menyaksikan wajah gantengnya di bioskop melalui film Cahaya dari Timur: Beta Maluku. Yap, pacar Laudya Cynthia Bella ini baru saja merampungkan film terbarunya, nih. Demi perannya di film ini, Chicco sampai mengubah penampilannya dengan drastis!

Di film ini Anda bermain sebagai pemain bola, ya?
Ya, saya memainkan karakter Sani Tawainella yang pernah bermain bola saat masih berusia 15 tahun. Namun, dia berhenti main setelah gagal masuk timnas dan kembali ke Ambon untuk menjadi tukang ojek. Saat konflik Ambon di awal tahun 2000-an, Sani pun melatih anak-anak untuk bermain sepakbola agar mereka terhindar dari konflik.

Apa yang membuat Anda mau bermain di film ini?
Selesai main sinetron, saya memang tertarik untuk main film. Saat itu, ada tawaran film Cahaya dari Timur: Beta Maluku. Sejujurnya, saya sempat menolaknya karena itu film tentang sepakbola. Saya, kan, bukan penggemar fanatik sepakbola, hehehe. Akhirnya, saya main sinetron lagi. Begitu selesai sinetron, ternyata tawaran ini masih ada. Saya pikir, mungkin ini rezeki saya. Langsung casting dan lolos, deh.

Sulit, nggak, memainkan peran Sani?
Saya, sih, menikmatinya. Untuk mendalami karakter Sani, saya tinggal di rumah penduduk dan ngobrol dengan mereka. Bahkan, saya mencoba membawa ojek. Saya, kan, perlu tahu seperti apa kebiasaan di sana plus budayanya. Untuk dialek, tentunya juga harus belajar. Apalagi, syutingnya di Tulehu, bukan kota Ambon. Nah, nada ngomongnya berbeda, tuh. Sekarang, sih, saya sudah lumayan fasih, hehehe.

Selain itu, saya juga harus belajar main sepakbola dengan benar. Biasanya, saya hanya main asal tendang tanpa tahu apa itu control, passing, come from behind, dan istilah-istilah lainnya. Jadi, ya, harus banyak bertanya pada teman, terutama Sani.

Ada pengalaman menarik selama syuting di sana?
Saya berada di Maluku selama sebulan, jadi sudah merasa jadi bagian dari orang-orang di sana. Mereka, tuh, baik banget dan sensitif. Dari luar mungkin mereka terlihat keras, tapi hatinya perasa. Saat syuting selesai dan diadakan perpisahan, mereka meneteskan air mata. Polos banget dan apa adanya.
Advertisement

Di film ini, penampilan Anda berubah total. Rambut gondrong, kulit kecokelatan. Merasa nyaman, nggak, dengan penampilan sekarang?
Saya senang punya kesempatan untuk keluar dari comfort zone. Kalau main sinetron, kan, peran protagonis harus rapi dan good looking. Kalau film, saya bisa eksplorasi karakter. Seperti di film ini, saya menumbuhkan kumis dan jenggot.

Awalnya, sih, agak risih. Kalau kumis panjang, kan, repot pas makan, hehehe. Rambut panjang juga bikin gerah, apalagi saya termasuk orang yang gampang berkeringat. Tapi, seru juga ‘menjadi’ orang lain seperti Sani. Kapan lagi bisa tampil berantakan? Hehehe….

Sudah ada proyek selanjutnya?
Selain sinetron, saya masih dalam tahap menenangkan diri. Maklum, demi film, saya benar-benar masuk ke karakter Sani. Sampai sekarang karakter itu kebawa. Saya merasa kalau ngomong sedikit ngotot. Orang-orang sekitar, sih, yang merasakannya, seperti ortu dan Bella. Jadi sekarang saya coba kembali ke jalan yang benar, hehehe.

Saat ini saya juga coba fokus ke restoran CJ Tom Yum. Orang Indonesia, kan, hobi kuliner. Berhubung berdarah Thailand, saya pun memilih untuk membuka resto Thailand yang makanannya masih cocok untuk lidah orang Indonesia. Sebentar lagi CJ Tom Yum berusia tiga tahun. Rencananya, tahun ini akan ada cabang baru yang dibuka.

Lebih enak jadi aktor atau pengusaha?
Dua-duanya menyenangkan. Akting adalah passion saya. Di satu sisi, bisnis resto menyenangkan karena saya suka makan, hehehe. (VIN/FOTO: JUNARTA TAUFIK)




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?