“Pada dasarnya saya suka ilmu pengetahuan. Astronomi menarik karena membahas hal-hal yang mungkin tidak akan pernah kita lihat ataupun rasakan secara langsung, karena skala kosmos yang sangat besar, hanya bisa diterka dan dihitung melalui ilmu pengetahuan dan digambarkan dengan ilustrasi,” ujar Tian.
Untuk mendukung hobinya, Tian harus memantau kalender astronomi setiap tahun. Nggak tanggung-tanggung, Tian juga rela merogoh kantongnya untuk membeli peralatan ‘pemantau’ langit, seperti teleskop dan kamera khusus.
“Saya beli teleskop empat tahun lalu, Celestron Nexstar 130SLT untuk amatir. Sengaja saya beli karena sejak dulu pengin punya. Tapi nanti saya ingin punya teleskop yang lebih besar. Tentunya saya harus banyak berlatih menggunakan teleskop yang lebih kecil dulu.
Selain teleskop Tian juga membeli mount kamera untuk mengabadikan gambar melalui smartphone-nya sehingga bisa langsung dibagikan ke media sosial. Namun Tian mengaku untuk mendapatkan hasil maksimal dalam memotret benda langit diperlukan keahlian khusus, baik dari teknik fotografi dan jenis kamera yang digunakan. Karena itu, Tian nggak pernah berhenti belajar mengeksplor teknik fotografi yang disebut astrophotography.
Duh, romantisnya…