“Saya berperan sebagai Karmaka Surjaudaja, perintis Bank OCBC NISP. Karmaka hanya pemuda Tiongkok tamatan SMA yang berasal dari keluarga miskin dan mencoba berbagai pekerjaan untuk menghidupi keluarganya. Berkat kegigihannya, dia mampu menjalankan bank milik mertuanya hingga berkembang. Kisah hidupnya sangat memotivasi kita untuk selalu berusaha,” jelas Rio.
“Pak Karma dan istrinya ini masih mesra sampai sekarang. Setiap kali bicara, pasti ada kontak mata. Makan pun harus bersama. Kami sempat diundang sarapan di rumah mereka sekaligus ngobrol untuk dapat masukan. Jujur, saya dan Rio deg-degan karena mereka belum menonton. Kami jadi belum tahu responsnya,” ucap Laura.
Syuting yang dilakukan selama 25 hari di Bandung juga dirasakan sangat berat oleh Rio. Bukan karena adegannya sulit, tapi karena kondisi fisiknya yang lemas.
“Syutingnya pas bulan puasa! Sementara saya nahan lapar, Laura malah wisata kuliner,” tutup Rio sambil tertawa.