CC: Bagaimana ceritanya bisa dekat dengan Pricil?
Fero: Awalnya kami nggak banyak mengobrol. Paling hanya untuk keperluan syuting aja. Tapi, lama kelamaan, saya melihat Pricil itu berbeda, terutama saat kami ngobrol. Rasa cinta itu pun tumbuh. Kami jadi sering jalan bareng selepas syuting. Akhirnya setelah lebih dari dua ratus episode bermain bareng, saya memberanikan diri menembak Pricil. Sampai saat ini, hubungan kami sudah berjalan hampir enam bulan.
CC: Apa, sih kesamaan antara kalian berdua?
F: Kami itu sangat cuek dan santai menjalani hubungan. Mungkin itu yang membuat saya jadi sangat menikmati hubungan ini. Saya dan Pricil juga berusaha menjalin hubungan dengan apa adanya tanpa ada masalah yang ditutupi.
CC: Ada nggak yang sering dikeluhkan Pricil tentang Anda?
F: Mmh, kalau lagi nggak ada masalah, biasanya sikap saya jadi berbeda. Tiba-tiba berubah cuek dan pendiam. Pricil sering kesal dengan sikap ini. Soalnya, menurut dia, masalah ketika didiamkan saja justru jadi akan
menumpuk dan nggak selesai. Dari situ, saya berusaha untuk belajar lebih terbuka.
CC: Apa hal romantis yang pernah Anda lakukan untuk Pricil?
F: Saya termasuk sering, tuh, memberikan kejutan. Tapi, rasanya hal itu biasa. Bagi saya, romantis itu ketika saya mengantarkan Pricil saat tumbang di lokasi syuting ke rumah sakit. Saat itu, saya sama sekali nggak panik. Saya menunggui dia di rumah sakit hingga kondisi dia sudah pulih. Itu romantis, kan? Soalnya, saya nggak pernah bersikap seperti ini untuk seorang cewek.
CC: Sebenarnya masalah nggak pebedaan usia di antara kalian?
F: Nggak, tuh. Pricil sangat dewasa dan bisa mengerti saya. Padahal, saya akui saya itu termasuk cowok egois. Dari Pricil, saya belajar untuk menekan ego dan belajar mengerti.
CC: Apakah kalian berencana untuk melanjutkan hubungan ini ke tahap serius?
F: Kami sempat, sih, membicarakan hal tersebut. Soalnya, kami merasa sudah saling menemukan kecocokan masing-masing. Cari apa lagi, kan? Pacaran hanya untuk main-main, buang-buang waktu, tenaga, dan hati.
Anggraini Prawesti
foto: Junarta Taufik