Celebrity
Cewek Impian Jefri Haris Gurusinga

17 Dec 2013

Sebelum mengikuti ajang Galaxy Superstar di tahun 2012, nggak pernah terbersit di benak Jeje untuk menjadi anggota boyband. Kini, dia justru melejit dengan S4 dan melebarkan sayap sampai ke Korea. Simak, deh, obrolan CC dengan cowok berusia 24 tahun ini tentang musik, Korea, cewek yang dikagumi, dan fans….

Sejak dulu bercita-cita jadi member boyband?
Nggak sama sekali! Dulu, tuh, saya salah satu boyband haters, hehehe. Saat bekerja menjadi radio announcer di Medan, saya sering sengaja skip lagu boyband pilihan music director, hehehe. Ternyata, memang nggak boleh bilang benci. Berawal dari iseng-iseng isi formulir Galaxy Superstar akibat dipaksa teman, sekarang saya jadi member S4, hehehe.

Apa yang terlintas di benak Anda saat melihat boyband Korea?
‘Gila, nih, cowok. Rambutnya warna-warni, bajunya bling-bling. Mau ngapain, sih, mereka di atas panggung?’ Tapi, itu dulu. Sekarang, saya disadarkan Tuhan nggak boleh asal menilai. Ternyata, nggak mudah menyanyi sambil menari. Saya kini sangat menghargai semua boyband, mau boyband Indonesia, Korea, maupun barat. Mereka pasti melewati suatu perjuangan panjang hingga menjadi seperti sekarang.

Ada kesulitan untuk menjadi member S4?

Ya, terutama saat masih training di Korea sebelum S4 terbentuk. Saya, tuh, sama sekali nggak bisa dance. Saat yang lain sudah selesai latihan di sore hari, saya diminta tinggal untuk latihan tambahan. Saya sempat putus asa dan berpikir kalau ini bukan jalan saya.
    Ketika curhat ke bokap, dia mengingatkan saya untuk nggak mengeluh karena ini jalan yang sudah saya pilih. Akhirnya, sih, modal percaya diri saja, hehehe.

    Tantangan lain menjadi anggota boyband: menyatukan pikiran empat orang yang memiliki background dan ego masing-masing. Nggak mudah, tuh. Namanya juga kerja bareng, pasti kadang ada perbedaan. Inilah yang mesti disiasati.

Apa asyiknya tergabung di satu boyband?
Ketika salah satu kurang sehat, ada yang backup. Beda dari penyanyi solo, saat suara serak atau flu, ya, cukup terlihat. Dengan menjadi anggota boyband, saya juga punya teman curhat. Maklum anak perantauan, sering kesepian hehehe. Kalau solo, yang ada makin sedih. Yang jelas, nih, member S4 sudah seperti keluarga. Kami bahkan bercita-cita untuk sering ngumpul meski sudah tua nanti, hahaha.

S4 tergabung dengan manajemen Korea, sedangkan cowok Korea dikenal sangat menjaga penampilan. Bagaimana dengan Anda?
Saat di Korea, sih, iya. Saya rutin ke salon untuk treatment, facial, massage. Sekarang, cukup rajin cuci muka, minum air putih, dan makan buah saja, hehehe.




Advertisement


Apakah Anda menjaga pola makan?

Ya. Dulu berat tubuh saya mencapai 98 kg. Saat training di Korea, saya rutin berolahraga di gym dan nge-dance. Makan juga dijaga, kurangi karbo dan memperbanyak protein. Awalnya tersiksa banget, apalagi jika orang di sebelah saya makan nasi.
    Tapi, di mana ada kemauan, ya, ada jalan. Dalam tujuh bulan, berat tubuh saya turun jadi 69 kg. Banyak yang nggak percaya kalau saya mencapainya dengan cara alami. Menurut mereka, saya pasti sedot lemak atau operasi. Cuek saja, deh. Sekarang, pola makan tanpa nasi terus saya terapkan.


Lebih suka mana: Yoona ‘SNSD’ atau Hyuna ‘4 Minute’?
Yoona, karena saya lebih suka cewek kalem namun bisa bertindak sesuai situasi dan kondisi, hehehe. Sejujurnya, sih, saya prefer cewek yang lebih Indonesia, misalnya Pevita Pearce. Saya sudah menyukainya sejak dia main film pertamanya, Denias, Senandung di Atas Awan. Cantik banget! Saya pasti gelagapan, deh, jika bertemu langsung, hahaha.

Apa ritual Anda sebelum tidur?
Membaca timeline Twitter. Kalau seharian beraktivitas, kan, nggak sempat update, tuh. Saya senang membaca update dari fans.

Media sosial = ajang untuk berinteraksi dengan fans?
Betul. Kadang saya open mention selama kurang lebih 20 menit karena saya pikir itu satu-satunya cara untuk berkomunikasi dengan mereka. Namun, kadang ini menimbulkan kecemburuan untuk fans lain yang mention-nya nggak sempat saya balas.
      Pernah ada fans yang bilang saya kurang ajar, pilih kasih. Bahkan ada yang ngambek sampai nggak mau follow lagi. Jika sudah begitu, saya hanya kirim DM ke mereka untuk mengucapkan terima kasih dan berkata kalau saya menyayangi mereka.

    Saya ingin sekali fans tahu kalau saya sangat bersyukur atas keberadaan mereka yang sudah mencintai dan mendukung saya. Makanya, jika bertemu di suatu event, saya menyempatkan diri untuk hug mereka.
     Jika saya pada akhirnya nggak sempat memeluk yang lain, bukan berarti saya nggak sayang pada mereka. Nggak harus pelukan, kok, untuk mendapat perhatian saya. Tuhan yang nggak terlihat saja bisa kita sayangi, begitu juga dengan fans.


VIN
FOTO: JUNARTA TAUFIK
BUSANA: TORQUE




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?