Hindari mengambil keputusan saat sedang tertekan. Berdasarkan penelitian di Universitas Harvard, AS, seseorang cenderung mengambil keputusan yang salah saat stres. Dengan kata lain, tundalah mengambil keputusan untuk mencicil rumah atau melanjutkan S2 hingga situasi lebih tenang.
‘Berkhayal’
Saat sedang tertekan kita memang cenderung ‘berandai-andai’. Maklum, kita cemas terhadap situasi yang akan terjadi nantinya. Nggak heran, deh, kita jadi berpikiran jelek. Menurut penelitian yang diterbitkan di jurnal PLOS ONE, seseorang yang terlalu banyak berpikir buruk akan berisiko depresi. Cobalah sibukkan pikiran dengan hal positif, seperti membaca atau menonton film.
Marah-marah
Nah, ini yang paling sering kita lakukan saat stres. Yang apes, sih, orang yang ada di samping kita—jadi kena semprot. Menularkan stres pada orang lain bukanlah solusi tepat. Lebih baik, habiskan waktu dengan teman-teman dekat. Penelitian menunjukkan kalau jalan sama teman-teman dapat mengurangi cemas.
Menunda tanggung jawab
Kadang kita malah ‘kabur’ dari kenyataan ketika sedang menghadapi masalah. Ini bukan solusi tepat—masalah nggak terpecahkan, kita pun makin stres. Sebaiknya jadikan stres sebagai motivasi kita untuk menjadi lebih baik. Agar hasil maksimal, bagilah waktu kerja. Misalnya, setelah bekerja 90 menit, istirahatlah 10 menit untuk melihat video kucing yang cute.
Melewatkan tidur
Ini yang sering kita lakukan ketika stres, yaitu tidak tidur. Menonton TV hingga dini hari memang bisa mengalihkan perhatian dari rasa cemas. Tapi, ini juga akan mengacaukan jadwal tidur. Ujung-ujungnya, kita bangun di pagi hari dengan perasaan makin tertekan. Agar bisa tidur, cobalah mandi air hangat atau pasang aromaterapi.