Health & Diet
4 Kebiasaan Buruk Yang Bisa Berefek Positif

3 Feb 2014





Tidak semua kebiasaan seburuk yang dikira.... Asalkan, menurut situs DailyWorth, kita tahu cara mengelolanya dan tidak berlebihan.

Sarapan pakai dessert
Dessert yang manis tidak selalu menambah berat badan. Kandungan karbohidrat, protein, dan gulanya yang tinggi membuat orang yang menyantapnya merasa puas dan kenyang lebih lama. Karena itu, mereka lebih jarang maka. Penelitian dari Tel Aviv University akhirnya menegaskan bahwa sarapan dengan yang manis-manis tidak selalu menggemukkan daripada yang sarapan dengan makanan berkarbohidrat dan kalori rendah.

Advertisement
Mengonsumsi butter
Lemak jenuh—yang seringkali dikaitkan dengan kolesterol buruk—masih lebih baik dibanding karbohidrat bagi jantung kita. Menurut Bristish Medical Journal, tidak semua lemak serupa. Yang perlu dihindari banget adalah lemak transfat. Sedangkan, menghindari lemak tak jenuh tidak sepenuhnya menghindari kita dari sakit jatung. Konsumsi sesuai porsi makanan dengan lemak tak jenuh yang alami (butter, daging, minyak kelapa lebih baik dibanding tidak makan sama sekali.

Memaksakan jarak jauh
Makin jauh jarak saat kita lari makin besar manfaat yang didapat? Tidak selalu! Mayo Clinic menyebutkan manfaat lari akan menghilang saat kita menempuh jarak 48 km per minggu—kecuali Anda atlit maraton. Pada jarak tersebut, diperkirakan bakal terjadi kerusakan jaringan akibat menahan beban latihan, yang berakibat meningkatnya risiko kerusakan jantung dan pembekuan pembuluh darah. Untuk manfaat maksimal, lari santai mengelilingi taman selama beberapa kali seminggu lebih baik dibandik menggunakan latihan untuk berlari marathon.

Bangun lebih siang
Menggunakan tombol snooze saat jam weker membangunkan kita tidak selalu berdampak negative. Mereka yang memaksakan bangun sebelum fajar, menurut sebuah penelitian dari Jepang, berisiko terserang darah tinggi atau pembekuan pembuluh darah. Masalah kesehatan tersebut yang akan berlanjut pada penyakit jantung atau stroke. Penyebabnya, gangguan pada jam biologis tubuh, yang mengatur juga pembentukan hormon untuk kerja pembuluh darah saat tidur. (MEI/FOTOSEARCH)




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?