Reviews
The Social Reckoning: Alarm Keras di Era Manipulasi Digital

8 Oct 2026

Jeremy Strong sebagai Mark Zuckerberg yang telah memimpin kerajaan media sosial, yang bisa mengendalikan opini orang. Foto: Sony Pictures


Masih ingat film The Social Network (2010) yang mengisahkan awal mula berdirinya Facebook? 

Selang 15 tahun lebih, sekuel dari film tersebut hadir dengan judul The Social Reckoning. Meski disebut sebagai sekuel, cerita The Social Reckoning terpisah dari film perdananya. 

Kisah ini masih ditulis oleh Aaron Sorkin yang meraih Oscar untuk kategori Best Adapted Screenplay lewat The Social Network. Tapi film ini tak lagi disutradarai David Fincher (masuk nominasi Oscar berkat The Social Network), melainkan oleh Aaron Sorkin sendiri. 

Todd Black, Peter Rice dan Stuart Besser turut memproduseri film ini. 

The Social Reckoning menampilkan sosok Mark Zuckerberg (Jeremy Strong) sudah bertransformasi dan harus menghadapi skandal hingga harus kehilangan teman akibat termakan hate comments di Facebook. 

Film ini mengambil latar kejadian nyata yang dialami Frances Haugen (Mikey Madison), insinyur data dan manajer produk di Facebook. Frances menemukan adanya permainan algoritma yang keliru dari Facebook—awalnya untuk menyatukan orang, namun malah memprioritaskan konten-konten yang memicu kemarahan semata demi engagement pengguna. 

Ironisnya, Facebook tahu bahwa algoritma di platform mereka merusak kesehatan mental banyak orang, terutama perempuan, namun mereka memilih abai untuk meraup keuntungan. 

Kerja sama jurnalis dan ordal menguak manipulasi digital. Foto: Sony Pictures

Hal ini memaksa Frances untuk bertindak dan bekerja sama secara rahasia dengan seorang jurnalis Wall Street Journal bernama Jeff Horowitz (Jeremy Allen White). 

Bukti demi bukti mereka kumpulkan hingga Frances juga menemukan algoritma kelam di Instagram (yang ada di bawah Facebook) ternyata terbukti merusak kesehatan mental remaja. 
Advertisement

Pembuktian masif ini membawa Mark Zuckerberg sebagai pendiri sekaligus pemimpin Facebook harus bertanggung jawab terhadap dampak negatif yang ditimbulkan dari platform tersebut. 

Alur film ini terbilang cukup intens namun tetap stabil. Aaron Sorkin berhasil mengemas film ini dengan karakter kuat dan menyajikan pergolakan moral ketika pihak minoritas—Jeff dan Frances—harus menghadapi kebobrokan raksasa media sosial. 

Di sisi lain film ini juga menyajikan ‘kisah horor’ tersendiri tentang korporasi yang berkuasa dalam mengendalikan opini dan emosi masyarakat luas, serta bagaimana korporasi itu mengubah situasi—setelah skandal yang ditampilkan dalam film ini, Facebook berubah jadi Meta.

Akting apik para pemain berhasil menghidupkan cerita. Jeremy Allen White tampil natural sebagai jurnalis, dan chemistry-nya oke dengan Mikey Madison.

Jeremy Strong juga meyakinkan memerankan Mark Zuckerberg. Tidak hanya meniru gestur fisik, Jeremy berhasil membawa sisi dingin seorang Mark Zuckerberg terutama saat Mark harus menyadari bahwa dinasti yang dibangunnya sedang digerogoti dari dalam. 

Kalau kamu penasaran apa yang dilakukan Mark Zuckerberg dalam menyelamatkan Facebook dan berhasilkah Frances Haugen-Jeff Horowitz membongkar fakta-fakta ini, jangan lupa tonton film ini.

The Social Reckoning tayang di bioskop Tanah Air mulai 9 Oktober 2026. (f)

Baca juga: 
Verity: Manuskrip Rahasia Sang Penulis Lumpuh
Forgotten Island: Memperjuangkan Persahabatan dan Kenangannya
Digger: Lelucon Getir di Balik Kiamat Iklim Global

 

Bennita Luisa


Topic

#feminaindonesia, #reviews

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?