Dok. Disney
Beberapa waktu belakangan ini, para penggemar film Disney diramaikan dengan hadirnya film live-action hasil remake film animasi berjudul Mulan. Karena alasan COVID-19, film ini pun tak bisa rilis secara offline, namun tetap bisa disaksikan secara streaming di platform Disney+.
Terlepas dari besarnya euforia para penggemar film Disney terhadap kehadiran film Mulan yang telah dinanti-nanti, ternyata film ini justru tayang dengan diwarnai banyak kontroversi. Bahkan tak jarang warga dunia yang meramaikan kampanye #boycottmulan di media sosial.
Apa yang menyebabkan banyak orang ingin memboikot film remake Mulan ini? Berikut beberapa alasan yang melatarbelakanginya :
Bintang Utama Mendukung Kebrutalan Polisi Hong Kong
Agustus tahun lalu, sang pemeran Mulan, Liu Yifei, membuat unggahan di media sosial Weibo tentang dukungannya terhadap polisi Hong Kong yang menyerang pendemo. Ini terjadi ketika ada ketegangan antara Hong Kong dan Cina, yang mana polisi saat itu menanggapi jutaan pengunjuk rasa pro-demokrasi dengan gas air mata, tongkat, peluru karet, hingga meriam air.
Dalam unggahannya tersebut, Yifei menulis "Saya mendukung polisi Hong Kong, Anda dapat memukuli saya sekarang. Hong Kong memalukan sekali," dengan menambahkan hashtag #IAlsoSupportTheHongKongPolice.
Unggahannya ini pun menuai reaksi yang beragam. Ada yang mendukung, tapi tak jarang pula yang menentang, bahkan menyatakan akan memboikot film Mulan sebelum film tersebut dirilis. Dalam wawancaranya dengan The Hollywood Reporter, ia mengaku bahwa ini adalah situasi yang sangat sensitif.
"Saya pikir ini jelas merupakan situasi yang sangat rumit dan saya bukan ahli. Saya hanya sangat berharap ini segera diselesaikan."
Syuting di Provinsi Xinjiang, Tempat Kamp Konsentrasi Ditahannya Satu Juta Warga Uighur
Jika diperhatikan pada daftar credit di akhir film, Disney mengucapkan terima kasih kepada delapan organisasi pemerintah di Provinsi Xinjiang, Cina. Seperti yang dilaporkan media New York Times, diperkirakan ada jutaan atau lebih kelompok minoritas muslim Uighur yang ditahan di kamp-kamp indoktrinasi, yang ada di provinsi tersebut.
Sementara itu menurut BBC, pemerintahan Cina mendefinisikan kamp-kamp tersebut sebagai 'kamp pendidikan ulang' yang bertujuan untuk 'meningkatkan keamanan'. Dalam laporan tersebut disampaikan bahwa terjadi pelanggaran hak asasi manusia, termasuk kerja paksa, sterilisasi paksa, aborsi dan indoktrinasi.(f)
BACA JUGA :
Karena COVID-19, Sejumlah Film Korea Tunda Penayangan. Film BTS Salah Satunya
Zac Efron Akan Bintangi Film Remake Three Men and a Baby
Luca, Monster Laut Menyeramkan Bertubuhkan Anak-Anak
Topic
#Mulan