Foto: Dok: Archipelago Pictures
Cinta memang terkadang rumit. Rasa sakit yang disebabkannya mampu membuat seseorang bertindak nekat. Pesan yang bisa diambil dari film ini adalah kita harus berhati-hati jangan mempermainkan cinta dan juga harus berpikir panjang ketika ingin melakukan suatu perbuatan. Seringkali kita terpaksa harus mau menerima kenyataan yang tidak sesuai harapan dan mengubur saja masa lalu. Hanya dengan cara itu kita bisa melanjutkan hidup dengan tenang dan legowo.
Film ini dibuat berbeda dengan gaya film-film Indonesia yang pernah dibuat. Sinematografinya berhasil menghadirkan suasana mencekam dengan alur yang tidak bisa ditebak. Hanya sayangnya kedodoran di sisi editing, penggalan scene terkesan agak loncat-loncat dan membuyarkan tensi ketegangan yang sudah mulai naik. Beberapa scene yang menunjukkan sensualitas secara vulgar juga cukup mengagetkan. Layaknya film ini bukanlah tontonan di bawah usia 17 tahun.
Foto: Dok. Archipelago Pictures
Diproduksi oleh Archipelago Pictures, film ini juga dibintangi oleh Verdi Solaiman, Natasha Gott, dan Richard Oh. Meski kebanyakan pemainnya adalah akor-aktor baru namun akting mereka cukup mumpuni dan bisa menciptakan suspense di sepanjang film yang berdurasi 86 menit ini. Sedangkan untuk musik, Archipelago Pictures menggandeng Windra Benyamin sebagai music director dan White Shoes and The Couples Company sebagai pengisi single soundtrack yang berjudul Aksi Kucing. (f)
Baca juga:
Maze Runner: The Death Cure, Akhir Perjuangan the Gladers yang Menegangkan Demi Membebaskan Diri dari Penelitian Mematikan
Dilan 1990, Ketika Ucapan-Ucapan Gombal Dilan Terdengar Puitis dan Bikin Baper
Radio Romance, Drama Terbaru Yoon Doo-joon dan Kim So-hyun Tentang Kisah Cinta Antara Penulis Naskah Radio dan Aktor Terkenal
12 Strong, Kisah 12 Tentara Amerika yang Menahan Kerinduan Terhadap Keluarga Saat Melawan Teroris di Afganistan
Topic
#resensifilm