Reviews
Bring Her Back: Ritual Menakutkan di Tengah Trauma Keluarga

5 Jun 2025

Kehidupan Piper dan Billy berubah menyeramkan ketika tinggal bersama Laura. Foto: Sony Pictures Releasing International


Sineas kembar asal Australia, Danny dan Michael Philippou, yang terkenal berkat kanal YouTube mereka, RackaRacka, kembali dengan karya terbaru, Bring Her Back.

Setelah debut sukses Talk to Me (2022), duo Philippou menghadirkan horor supranatural lagi, namun dengan elemen dinamika hubungan keluarga yang tak biasa.

Piper (Sora Wong), gadis dengan gangguan penglihatan yang hanya mampu menangkap bentuk dan cahaya samar-samar, bersama dengan kakak tirinya yang sangat protektif, Andy (Billy Barratt), baru saja kehilangan ayah mereka secara tragis. 

Andy berusaha membesarkan Piper, tapi usianya belum 18 tahun, sehingga mereka harus tinggal bersama wali asuh dulu, yaitu Laura (Sally Hawkins), yang dulunya pekerja sosial berpengalaman. Di rumah Laura yang besar dan terpencil itu tinggal juga anak laki-laki lain bernama Oliver (Jonah Wren Phillips) yang bisu.

Perlahan, situasi di rumah tersebut menunjukkan banyak kejanggalan, termasuk kondisi Oliver yang berubah secara fisik dan perilaku. Andy mencurigai Laura dan mulai mencari bantuan, apalagi ketika terjadi insiden-insiden di rumah yang membuat dia dan Piper traumatis.

Laura membutuhkan Oliver untuk ritual yang sedang ia persiapkan. Foto: Sony Pictures Releasing International

Bring Her Back dirancang untuk membangun atmosfer yang tidak nyaman sejak awal untuk memperkuat nuansa horor supranatural, dan elemen lain dari film ini.

Advertisement
Berbeda dari banyak film horor lain yang sering menggunakan pencahayaan gelap hingga membuat adegan sulit terlihat, film ini memilih pencahayaan yang lebih terang dan jelas, sehingga setiap detail luka, darah, dan adegan sadis dapat terlihat nyata dan mengganggu. 

Keunggulan lain yang perlu dicatat adalah efek adegan-adegan kekerasan dalam film ini lebih mengandalkan teknik praktikal dibanding digital.

Performa Sora Wong, yang juga memiliki kondisi coloboma dan microphthalmia seperti karakter Piper, layak mendapat apresiasi. Kehadirannya memberi lapisan autentik pada film, bukan semata karena identitasnya, tetapi karena pendekatannya dalam membawakan tokoh Piper tanpa bergantung pada narasi keterbatasan atau keistimewaan. 

Kehadiran Sally Hawkins, 2 kali nomine Oscar, sebagai Laura juga menciptakan tontonan berkesan tersendiri. Karakter Laura adalah contoh bagaimana trauma yang tidak tertangani bisa membentuk pola relasi yang merusak, karena berasal dari sebuah kerinduan dan kasih saying semu.

Mulai tayang di bioskop Tanah Air 6 Juni 2025, Bring Her Back wajib ditonton pencinta film horor! (f)

Baca juga:
The Ritual: Kisah Nyata Pengusiran Setan yang Menguji Keimanan
Mamma Mia! The Musical Re-run 2025 Tampil dengan Set Panggung Megah dan Interaktif
Karate Kid: Legends, Nostalgia yang Memadukan Karate dan Kungfu dengan Harmonis

 

Aqeela Hamarthya


Topic

#reviews

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?