Foto: Dok. Pribadi
Menjadi seorang pelayan sosial bukan sesuatu yang asing bagi Lusia cilik, karena dua wanita penting dalam hidupnya, yakni ibunya, Maria Susiati dan neneknya, R.A Kuniati, dikenal ringan tangan membantu para tetangganya di kampung yang kerap mengalami kesulitan hidup. Hebatnya lagi, sang ibu, kerap merawat orang-orang gila dan memberi pekerjaan kepada janda-janda di kampung tempat tinggalnya. Sering menyaksikan jiwa sosial keluarganya tersebut, membuat dirinya ikut tertular. Bahkan, Lusia turut meneladani kemandirian sang ibu yang memiliki usaha catering yang seluruh karyawannya adalah orang tua tunggal.
“Karena kami bukan berasal dari keluarga kaya, ibu saya harus mendidik anak-anaknya agar bisa hidup mandiri. Sejak kecil saya terbiasa ikut bekerja. Bahkan, biaya kuliah hanya dibayarkan pada semester pertama saja. Sisanya, saya harus membiayai kuliah sendiri sampai tamat,” kenang Lusia.
Roda kehidupannya tak berhenti berputar. Pada 2008, Lusia didiagnosis TBC. Ditambah lagi datangnya prahara rumah tangga yang membuatnya memutuskan untuk bercerai pada 2011. Lusia pun tenggelam dalam titik hidup terendahnya. Namun, di titik tersebut itu jugalah ia menemukan sebuah harapan hidup baru ketika pemerintah Amerika Serikat memberikan peluang padanya untuk mengikuti International Visitor Leadership Program.
Selama dua bulan, Lusia berkesempatan untuk belajar tentang economic development sambil keliling 13 kota di AS. “Banyak pelajaran saya dapatkan, dari pengalaman menuntut ilmu, bertemu orang penting, sampai belajar membuat kebijakan. Saya menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan mendapat kekuatan besar untuk bangkit,” kata Lusia.
Setahun kemudian, ia berpeluang mengikuti Muslim Exchange Program di Australia. Di sana, Lusia bertemu sejumlah artis Muslim di Melbourne, salah satunya Anissa Syarif yang berbagi cerita tentang pembinaan napi anak lewat glass art – seni melukis dengan bahan kaca. Saat itulah, Lusia memantapkan diri untuk berfokus pada aktivitas sosial sekembalinya ke tanah air.
(klik halaman di bawah untuk melanjutkan)
Topic
#wanitahebat