Foto: Fotosearch
Kelas konsumsi ini adalah mereka yang memiliki kemampuan ekonomi menengah. Salah satu karakteristik dominan dari kelas konsumsi adalah berorientasi pada keluarga. Sebanyak 63% dari kelas menangah ini menyatakan bahwa mereka tidak menghabiskan uang untuk kepentingan sendiri, selama kebutuhan keluarga belum terpenuhi.
Baca juga:
Awas! Era Media Sosial Banyak Menghadirkan Jebakan Ilusi Bagi Para Mamah Muda
Demi mewujudkan impian mereka, kelas konsumsi ini rata-rata bekerja lebih dari 46 jam dalam seminggu. Mereka bahkan merelakan 78% dari waktu akhir pekan mereka untuk menyelesaikan hal-hal yang terkait dengan pekerjaan. Pertanyaannya, dapatkan kerja keras mereka ini membayar impian yang mereka simpan tentang masa depan yang lebih terjamin. Apalagi mengingat rendahnya literasi finansial di kalangan mereka, sehingga perencanaan keuangan masa depan belum menjadi hal yang dianggap penting.
Baca juga:
Penting! Anda Tidak Berutang 6 Hal Ini pada Atasan dan Kantor
Melalui program #100JutaMimpi ini, PermataBank hendak mengedukasi generasi kelas konsumsi ini untuk merencanakan 100 juta pertama mereka,” jelas Ivy. Termasuk, mewujudkan mimpi-mimpi generasi kelas konsumsi, dan dalam mempersiapkan masa pensiun mereka.
PBB memprediksikan bahwa di tahun 2025 nanti Indonesia berada di lima teratas yang penduduknya usia pensiun. Apabila tidak direncanakan sejak dini, maka kemerdekaan finansial mereka akan terancam. "Kemerdekaan finansial bukan perkara berapa pendapatan Anda, tapi berapa jumlah yang Anda habiskan," tegas perencana keuangan Prita Ghozie. (f)
Topic
#TipKeuangan