Henny E. Wirawan, M.Hum, Psi., psikolog dari Universitas Tarumanegara, Jakarta, menyarankan, pasangan perlu mulai membicarakan keuangan begitu hubungan percintaan mengarah serius menuju perkawinan. Bahkan, kalau bisa, rencanakan keuangan pribadi sejak menerima gaji pertama.
Menurut Aidil Akbar Madjid, MBA, RFC, perencana keuangan dari Pavillion Wealth Management, hal ini penting, mumpung fase hidup seseorang belum dipenuhi berbagai kebutuhan yang menguras dana. Lantas, begitu seseorang siap menikah, ia dan calon suaminya perlu menyatukan perencanaan keuangan bersama.
Walau begitu, rekening pribadi bisa tetap dimiliki, digunakan untuk mengatur pengeluaran pribadi.
Ia pun menyarankan, sebaiknya suami dan istri membiasakan diri untuk membuat catatan cashflow (arus uang masuk dan keluar) sehari-hari rumah tangga. Jika masalah uang telanjur jadi ganjalan dalam pernikahan, tak ada salahnya meminta nasihat orang ketiga yang dipercaya bersama.
Anda tak perlu sungkan untuk membicarakan soal uang dengan suami. Jika kenyataan kondisi keuangan tidak sesuai rencana, toh, rencana itu bisa diatur ulang. (f)