Foto: Fotosearch
Benar, investasi dan asuransi bisa digabungkan, namun Anda harus mengetahui kebutuhannya terlebih dahulu. Investasi diperlukan untuk mencapai suatu tujuan keuangan yang terukur. Misalnya, tujuan keuangan Anda untuk dana liburan ke Lombok dua tahun lagi yang membutuhkan dana sekitar Rp8 juta. Anda bisa mencapai dana tersebut dari investasi.
Sementara asuransi merupakan sebuah perlindungan yang diperlukan ketika Anda masuk rumah sakit. Anda tentu tidak bisa menentukan jenis penyakit dan waktunya secara spesifik. Biaya yang dibutuhkan untuk perawatan biasanya tidak sedikit. Saat seperti inilah asuransi lebih berperan.
Baca juga:
Memanfaatkan Dana Tak Terpakai
Mengapa Gaji Selalu kurang?
Jenius, Alternatif Rekening Tabungan Bagi Anda yang Malas Pergi ke Bank
Topic
#asuransi