Dok. Rawpixel
Dengan semakin banyaknya orang yang menerapkan gaya hidup cashless, membuat transaksi dengan menggunakan mobile banking kian meningkat. Selain itu, membayar segala macam kebutuhan juga sangat praktis dan mudah, hanya dengan sentuhan di layar kaca ponsel saja.
Namun, sayangnya tak banyak orang yang tahu bahwa bertransaksi dengan mobile banking juga rentan dengan berbagai macam risiko, salah satunya yang berbahaya adalah diretas.
Untuk meminimalisir kemungkinan diretas karena bertransaksi dengan mobile banking, berikut hal yang perlu dilakukan :
1. Jangan gunakan koneksi Wi-Fi gratis
Ketika Anda mengakses aplikasi mobile banking, hindari menggunakan wi-fi umum alias gratisan. Berselancar di koneksi internet free wi-fi sebenarnya tidak terjamin keamanannya.
Dalam kondisi seperti ini, smartphone serta aplikasi di dalamnya rentan terhadap peretas. Jadi, hindari berbagi informasi pribadi Anda secara gratis.
2. Pastikan proteksi keamanan website dari bank penerbit kartu.
Mengetahui langkah-langkah keamanan yang disediakan oleh bank akan membantu Anda lebih percaya diri terhadap keamanan uang Anda. Periksa website dari bank penerbit kartu Anda untuk mengetahui apa saja yang ditawarkan untuk layanan aplikasi mobile mereka.
Hal ini penting untuk Anda perhatikan, seperti siapa yang dapat dihubungi atau apa yang harus dilakukan ketika melihat aktivitas yang mencurigakan pada rekening bank.
3. Aktifkan layanan otentifikasi akun
Sebagian besar bank menawarkan beragam layanan dan perangkat otentikasi, salah satunya adalah One-Time-Passwords yang berfungsi untuk melakukan otentikasi serta melakukan verifikasi proses transaksi yang dilakukan.
Mengaktifkan layanan ini memberi Anda lapisan verifikasi serta keamanan yang lebih baik terhadap transaksi.
(lanjutkan ke halaman berikutnya)
Topic
#mobilebanking