Foto: Fotosearch
1. Mengetahui jumlah harta
Bukan berarti harus memiliki rumah atau mobil, ya! Meski belum punya properti, penghasilan kita tiap bulannya juga sudah mencakup harta. Hitung jumlah penghasilan kita dipotong pengeluaran wajib. Ini penting agar kita mengatur pos-pos keuangan, termasuk untuk biaya entertainment yang sebenarnya bisa dipangkas atau disesuaikan dengan kemampuan.
2. Memiliki dana cadangan
Kata lainnya, dana darurat. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari. Bagi kita yang lajang, setidaknya miliki dana sebanyak tiga bulan biaya hidup (bukan total gaji). Jika dalam sebulan pengeluaran kita Rp3 juta, artinya kita membutuhkan Rp9 juta. Jadi jika tiba-tiba perusahaan mengalami krisis dan mengurangi jumlah karyawan, kita bisa bertahan hidup sambil mencari pekerjaan baru.
3. Berinvestasi dan memiliki tujuan
4. Bijak dengan kartu
Kehadiran kartu kredit bukanlah sebagai uang tambahan, melainkan pengganti uang sementara. Idealnya, kartu ini hanya digunakan untuk membeli tiket pesawat atau membayar tagihan RS. Tanda kita sudah bijak dengan kartu kredit: kita hanya menggunakannya jika sudah yakin memiliki dana untuk membayar tagihannya. Kita pun tidak mudah tergoda sale saat keuangan minim—meski ada kartu kredit.
5. Berani berutang
Eits, bukan utang untuk baju, sepatu, atau ponsel baru, ya, melainkan untuk investasi. Khususnya, investasi properti. Jika DP sudah terkumpul, misalnya, kita bisa menambah sisa dana untuk membeli rumah dengan cara meminjam ke bank. Selama kita sanggup membayar tiap bulan, tidak ada salahnya berutang. Soalnya, harga properti tiap tahunnya akan meningkat sehingga investasi kita juga akan bertambah. (f)
Baca juga:
Tabungan Rahasia Menjelang Pernikahan
Investasi di Masa Lesu
Waktu Ideal untuk Investasi Emas
Topic
#aturgaji