Money
5 Tanda Anda Sudah Matang Secara Finansial

15 Nov 2016


Foto: Fotosearch

Asyiknya memasuki usia dewasa adalah bisa memiliki pekerjaan dan penghasilan sendiri. Namun, nggak semua dari kita bijak dalam mengelola keuangan.  Belum mencapai akhir bulan, kondisi keuangan sudah memprihatinkan. Saatnya evaluasi diri, dan cek 5 hal berikut untuk melihat apakah Anda sudah matang secara finansial.

1.    Mengetahui jumlah harta
Bukan berarti harus memiliki rumah atau mobil, ya! Meski belum punya properti, penghasilan kita tiap bulannya juga sudah mencakup harta. Hitung jumlah penghasilan kita dipotong pengeluaran wajib. Ini penting agar kita mengatur pos-pos keuangan, termasuk untuk biaya entertainment yang sebenarnya bisa dipangkas atau disesuaikan dengan kemampuan.

2.    Memiliki dana cadangan
Kata lainnya, dana darurat. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari. Bagi kita yang lajang, setidaknya miliki dana sebanyak tiga bulan biaya hidup (bukan total gaji). Jika dalam sebulan pengeluaran kita Rp3 juta, artinya kita membutuhkan Rp9 juta. Jadi jika tiba-tiba perusahaan mengalami krisis dan mengurangi jumlah karyawan, kita bisa bertahan hidup sambil mencari pekerjaan baru.

3.    Berinvestasi dan memiliki tujuan
Advertisement
Di luar tabungan untuk dana darurat, idealnya kita mulai berinvestasi. Tetapkan tujuan dari investasi tersebut. Misalnya, untuk DP rumah, menikah, atau dana pensiun. Dengan begitu, kita bisa memilih jenis investasi yang dipilih. Apakah reksa dana pendapatan tetap yang return-nya tidak terlalu besar namun cenderung stabil nilainya, atau saham yang dapat memberikan keuntungan berlipat tapi berisiko tinggi.

4.    Bijak dengan kartu
Kehadiran kartu kredit bukanlah sebagai uang tambahan, melainkan pengganti uang sementara. Idealnya, kartu ini hanya digunakan untuk membeli tiket pesawat atau membayar tagihan RS. Tanda kita sudah bijak dengan kartu kredit: kita hanya menggunakannya jika sudah yakin memiliki dana untuk membayar tagihannya. Kita pun tidak mudah tergoda sale saat keuangan minim—meski ada kartu kredit.

5.    Berani berutang
Eits, bukan utang untuk baju, sepatu, atau ponsel baru, ya, melainkan untuk investasi. Khususnya, investasi properti. Jika DP sudah terkumpul, misalnya, kita bisa menambah sisa dana untuk membeli rumah dengan cara meminjam ke bank. Selama kita sanggup membayar tiap bulan, tidak ada salahnya berutang. Soalnya, harga properti tiap tahunnya akan meningkat sehingga investasi kita juga akan bertambah. (f)

Baca juga:
Tabungan Rahasia Menjelang Pernikahan
Investasi di Masa Lesu
Waktu Ideal untuk Investasi Emas


Topic

#aturgaji

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?