Career
Persahabatan VS Promosi

11 Jun 2010

Mencarirekan yang bisa dipercaya di tempat kerja memang nggak gampang.Maklum, karena intrik dan politik kantor, rasanya kita nggak bisapercaya 100% pada semua penghuni kantor. Makanya, sekalinya ada yangterasa cocok, sehati, dan (kayaknya) paling bisa dipercaya, nggakperlu pikir dulu kali, deh, untuk menjadikannya sebagai sahabat.

Kepadasi sahabat inilah kita mencurahkan uneg-uneg seputar pekerjaan, mulaidari jobdescription yangterasa makin nggak jelas, hingga bos reseh yang banyak maunya. Nggakjarang, kita berdua lembur bareng buat menyelesaikan setumpukpekerjaan, lalu dilanjutkan ngopi-ngopi di kafe favorit sambil nunggujalanan nggak macet—kompak, deh!

Tapinamanya juga bekerja di perusahaan, seakrab-akrabnya kita dan sahabattetap aja ada sedikit rasa bersaing—apalagi kita berada di divisiyang sama. Lalu,gimana seandainya ada satu posisi kosong yang kita incar, dan kitapunya feelingjika sahabat juga mengincarnya? Pilih persahabatan atau promosi, nih?


DuaKunci

Wajarjika kita merasa bimbang saat dihadapkan pada pilihan tersebut. Disatu sisi, sebagai karyawan kita tentu ingin memiliki karier yangmaju dan berkembang. Tapi di sisi lain, kita juga nggak mau'mempertaruhkan' persahabatan yang selama ini terjalin—terlebih,mengingat nggak ada lagi orang seasyik dia di kantor.

Takutnya,nih, atmosfer yang selama ini bikin kita betah (dan mampu bertahan!)di kantor jadi raib seiring persaingan terselubung kita. Tenang...selalu ada cara mempertahankan persahabatan, kok, tanpa peduli siapayang sukses dipromosikan.

Nih,dua kunci utamanya:


#1

Jujur+ Terbuka

MenurutHendro Sugianto, MBA, konsultan karier dari Total Career, hal pertamayang perlu diperhatikan adalah kejujuran dan keterbukaan. ”Adabaiknya cerita pada sahabat bahwa kita mengincar posisi tersebut.Lalu, tanyakan apakah dia juga menginginkannya.”

Bisajadi, ternyata sahabat nggak terlalu menginginkannya. Misalnya, nih,posisi yang ada ternyata menuntut untuk sering bepergian ke luarkota, sementara sahabat nggak bisa meninggalkan ortunya yangsakit-sakitan dalam jangka waktu lama. Jika situasinya seperti ini,tentu akan lebih mudah bagi kita untuk mencoba melangkah maju, karenanggak ada beban 'melangkahi' sahabat.

Sebaliknya,bila sahabat mengaku juga tertarik dengan posisi yang ada, kita harusterima dan nggak malah merasa tersaing. Hak dia juga, kan, untukmeraih promosi.


Advertisement

#2

Salingdukung

”Patutdiingat, kalau kita mendahulukan persaingan daripada persahabatan,persahabatan bisa retak. Karena itu, ajak sahabat untuk salingdukung,”kata Hendro. Saat dipanggil ke ruang atasan untuk kepentingan seleksipromosi, misalnya, sebaiknya kita menemui sahabat untuk kasihsupport.

Besarkanhatinya supaya pede menghadapi wawancara. Masalahhasil, tentu di luar kuasa kita berdua. Serahkan keputusan padaatasan, dan buat komitmen bersama bahwa siapa pun yang terpilih, yanglain harus berbesar hati menerimanya,” ujar Hendro.

Seseorangyangberjiwa kerdil dan nggak mau berbesar hati memberi dukungan kepadasahabatnya, pasti juga nggak layak menduduki jabatan senior—yangtentunya membutuhkan kematangan emosional. CC





 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?