Selain dilarang telat, kewajiban lain yang harus dijalankan saat bertemu orangtua pasangan adalah membawa buah tangan. Tapi, pastikan bukan barang yang sangat fancy atau berlebihan, seperti membawakan tas mahal untuk nyokapnya. Bawalah sesuatu yang lebih umum, misalnya buah-buahan.
Beri pujian
Namanya cewek biasanya senang dipuji. Jadi, jangan segan untuk menyampaikan pujian Anda atas masakan ibunya atau sekadar memuji penampilannya. Nggak perlu berlebihan agar camer tahu kalau pujian itu disampaikan dengan tulus.
Jangan PDA
Segemas-gemasnya Anda melihat pasangan—maklum, hari itu penampilan dia ganteng banget—hindari melakukan kontak fisik di depan ortunya. Sekadar menyentuh bahunya atau tangannya, sih, boleh, tapi pastikan nggak lebih dari itu.
Nggak oversharing
Pasti ada saatnya ortu pacar menanyakan informasi pribadi, seperti keluarga, atau pekerjaan. Cukup Anda jawab seperlunya dan nggak perlu menceritakannya detail. Nggak perlu, deh, Anda menceritakan masalah keluarga atau betapa stresnya Anda dengan pekerjaan di kantor. Nggak mau dicap sebagai pengeluh, kan?
Tambah info
Iya, sih, mengikuti berita politik dan ekonomi, tuh, bikin penat. Tapi, minimal Anda tahu sedikit tentang keadaan negara ini, deh. Soalnya ortu—terutama ayah—biasanya menyukai obrolan politik. Jadi, jika ayahnya menanyakan tentang topik panas yang terjadi, Anda masih bisa menjawabnya.
Istirahatkan ponsel
Untuk sementara jauhkan ponsel dulu, deh, dan simpan di tas. Terlalu sibuk dengan ponsel menanamkan kesan bahwa bertemu keluarganya bukan hal penting bagi Anda.
Saparinah Mumpuni
Foto: Fotosearch