Oke, sebatang cokelat masih bisa ditoleransi. Dan sebungkus es krim juga. Lain ceritanya, nih kalau kita menjadikan makanan sebagai pelarian. Bisa jadi perasaan tenang itu muncul sesaat namun ketika berat badan naik karena putus cinta kelihatan desperate banget, tuh!
Menolak Sibuk
Justru kita harus disibukkan dengan bermacam kegiatan supaya pikiran teralihkan dari si mantan. Menghindari kesibukan, apalagi sampai bolos dari kantor, sangat-sangat tidak worth it.
Dengan alasan ingin menyepi dan merenung padahal sebenarnya sedang galau habis-habisan. Oke, kita memang butuh me time untuk intropeksi diri dan hubungan yang lalu. Namun kebanyakan sendiri membuat kita menjadi desperate dan terus menerus berkubang dalam kesedihan.
Hangout
Menolak semua ajakan hangout dengan alasan, kita butuh jeda untuk hubungan baru. Eits, jangan salah, bukan semua ajakan hangout tandanya kita sedang berusaha mencari yang baru. Pandanglah hangout sebagai sarana refresh, menyegarkan pikiran. Kita layak, tuh mendapatkannya.
Stalking
Memang sih, untuk yang satu ini, susah untuk menghilangkannya. Pastinya kita ingin tahu apa yang si mantan kerjakan. Apakah mengalami kesedihan yang sama dengan kita? Atau ada sinyal-sinyal dari statusnya ingin kembali rujuk? Mending jangan deh, ketimbang sakit hati! (ESP/FOTO:FOTOSEARCH)