Kita merasa kartun, tuh, kekanak-kanakan. Padahal… banyak manfaat positif bila tetap setia menontonnya, seperti yang ini:
Selalu ada harapan
Semua film kartun selalu punya pesan ‘mulia’. Meski menemui kesulitan atau menghadapi penjahat, si tokoh utama akan menemui akhir yang bahagia. Kuncinya: mau berusaha! Tokoh di Wall-E, Toy Story, Nemo, bahkan Sherk sudah membuktikannya. Itulah yang membuat kartun jadi tontonan favorit anak-anak.
Merangsang kreativitas
Pasalnya, nih, kita melihat tokoh utama mampu melakukan sesuatu yang mustahil. Contohnya, kartun Phineas and Ferb yang selalu menciptakan alat-alat canggih dan permainan seru. Kadang setelah menontonnya, nih, muncul ide baru yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Cerita dalam film kartun seringnya lucu dan membuat kita terbahak-bahak—kecuali Up yang amat-sangat-mengharukan! Setiap kali tertawa, hormon endorphin akan meningkat sehingga kita akan merasa sehat secara fisik dan mental. Tontonan ‘ringan’ juga bisa menjadi stress relieve setelah aktivitas yang padat sehingga menjauhkan serangan jantung.
Ajang ‘pelarian’
Film kartun memang mengajak kita kembali bernostalgia ke masa kecil. Meski beberapa orang punya masa kecil yang kurang menyenangkan, mereka tetap akan mengingat film kartun yang membuatnya bahagia pada saat itu. Dengan kata lain, nih, animasi dan kartun bisa jadi ajang ‘pelarian’ ke masa lain.
Penambah semangat
Setuju, dong, kalau soundtrack untuk film kartun selalu enak didengar? Liriknya yang positif dan irama catchy bikin kita bersemangat buat ikut menyanyikanya. Mulai dari A Whole New World (Aladdin), True to Your Heart (Mulan), sampai Let It Go (Frozen) bakal siap menemani hari-hari kita. So, jangan heran kalau ajang sekelas Oscar dan Grammy pun memberikan penghargaan—sst, Beauty and The Beast memenangkan keduanya, tuh! (AL/FOTOSEARCH,IST)