Foto: Pexels
Urban farming merupakan teknik berkebun dengan memanfaatkan lahan perkotaan yang terbatas. Kegiatan tersebut kembali diminati untuk mengisi waktu luang selama masa adaptasi kebiasaan baru.
Tanaman bumbu, sayur mayur dan buah merupakan sebagian tanaman yang banyak dicari untuk pemenuhan kebutuhan pangan sekaligus menghias rumah. Berbagai metode berkebun memungkinkan kita untuk melakukan aktivitas berkebun di lahan apapun, seperti pekarangan rumah, pagar, hingga dinding rumah.
Menurut Soraya Cassandra, Co-Founder Kebun Kumara, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan jika kita baru memulai hobi berkebun.
Pertama, observasi diri sendiri. Pertimbangkan kesiapan diri. Apakah kita dapat mendedikasikan waktu untuk merawat tanaman, seperti menyiraminya dua kali dalam sehari.
“Berkebun itu kan kita bersentuhan dengan mahluk hidup, dia itu jelas butuh dirawat dan perhatian. Kalau kita berangan panen selada misalnya, itu butuh waktu dan tenaga. Jadi yang diobservasi duluan adalah kesiapan kita,” terang Soraya dalam Instagram Live @feminamagazine bertajuk Hobi Baru: Berkebun!
Kedua, observasi eksternal. Perhatikan area rumah yang terpapar sinar matahari. Setelah itu, amati sumber air. Apakah mudah untuk menarik air di area berkebun yang kita tentukan.
“Perhatikan berapa lama daerah itu terkena sinar matahari karena ini akan menentukan tanaman apa yang cocok ditanam. Area kebun harus dekat air. Tidak mungkin kita berkebun di titik A tapi airnya jauh di titik B. Jadi harus nyaman juga untuk mengakses air,” ujarnya.
“Kalau kita tidak punya tanah, tinggal di apartemen, berarti kita harus beli media tanam. Kenali media tanam yang ada itu apa. Jangan sampai kita keluarkan uang banyak, tapi media tanam yang kita beli tidak bagus atau salah pakai,” jelas Soraya.
Setelah melakukan observasi diri, mencermati sinar matahari, ketersediaan air, dan media tanam, perlahan mulailah berkebun dengan sedikit tanaman. Jika tanaman tersebut berhasil tumbuh, baru kembangkan kebun.
Menurut Soraya, kangkung merupakan sayuran yang cocok ditanam untuk pemula. Kangkung adalah jenis tanaman yang tak akan rusak walaupun terlalu banyak disiram, sebuah kesalahan yang sering dilakukan pemula. Di samping itu kangkung dapat dipanen dengan cepat.
“Kangkung biasa dipanen dalam waktu 30 hingga 40 hari. Tetapi kalau dipanen dalam 20 hari pun bisa dan akan menghasilkan baby kangkung. Cukup digunting, tidak perlu dicabut akarnya,” pungkas Soraya.(f)
BACA JUGA:
5 Aktivitas yang Kian Digemari Selama Masa New Normal
Kuatkan Usaha Anda di Tengah Krisis COVID-19 dengan Cara Ini
Dinilai Paling Aman, Mobil Pribadi Diprediksi Lebih Diminati di Masa New Normal
Topic
#urbanfarming, #kebunkumara, #berkebun