Health & Diet
World Hypertension Day, 60% Penderita Hipertensi Tidak Sadar Dirinya Hipertensi

23 May 2016


Foto: Fotosearch

Berdasarkan Data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, lebih dari 60 % pasien hipertensi di tingkat nasional tidak menyadari bahwa mereka menderita hipertensi. Dan lebih dari 80 % di antaranya bahkan tidak melakukan kontrol secara rutin terhadap tekanan darah mereka. Padahal, hipertensi bukan hanya menyebabkan kematian, tapi juga dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke, demensia, gagal ginjal, jantung bahkan terbukti menimbulkan penyakit disfungsi ereksi.
           
“Hipetensi jarang sekali merupakan penyakit tunggal, karena lebih dari 80 % penyakit ini komorbid dengan penyakit lain, seperti hiperlipidemia hingga diabetes. Sebagian besar penderita hipertensi datang ke fasilitas kesehatan sudah dengan komplikasinya, padahal penyakit ini dapat dicegah,” tutur Dr. dr. Yuda Turana, SpS pada hari peringatan World Hypertension Day 2016 pada 18 Mei 2016 lalu di Jakarta.
           
Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menimbulkan arteriosclerosis, yaitu penebalan dan pengerasan dinding pembuluh darah termasuk yang berperan pada proses ereksi. Proses tersebutlah yang akhirnya menyebabkan perubahan fungsi dan perubahan struktur pembuluh darah (vasculophathy) dan yang juga menyebabkan gangguan disfungsi ereksi.
           
Advertisement
Banyak orang menganggap bahwa hipertensi hanya ditemukan pada orang dewasa. “Padahal peningkatan insiden hipertensi pada orang dewasa sebagian besar justru terjadi karena tidak dilakukannya deteksi dini saat masih kanak-kanak,” tutur pakar hipertensi, dr. Arieska Ann Soenarta, SpJP(K). Maka dari itu, deteksi dini pada masa kanak-kanak penting untuk dilakukan demi mencegah terjadinya hipertensi saat dewasa. Dan anak usia lebih dari 3 tahun sudah bisa diperiksa tekanan darahnya secara rutin.
           
Lebih dari itu, ternyata wanita memiliki risiko hipertensi lebih besar dibandingkan pria. Seperti yang dipaparkan dr. Arieska, bahwa prevalensi wanita dengan hipertensi mencapai angka lebih dari 50 persen. “Saat memasuki masa menopause, wanita memiliki kecenderungan yang lebih tinggi untuk menderita hipertensi. Hal ini juga dipengaruhi beberapa faktor, seperti angka harapan hidup wanita yang lebih panjang, kenaikan insiden hipertensi kronik selama kehamilan yang merupakan akibat dari tren penundaan atau perencanaan masa kehamilan,” tuturnya lagi.
           
Maka dari itu, para penderita hipertensi dihimbau untuk menerapkan pola hidup sehat, melakukan kontrol tekanan darah, membatasi penggunaan garam, mengonsumsi obat-obatan secara teratur, dan melakukan berbagai upaya yang menopang prinsip pengobatan capai target. Dan jangan lupa untuk berolahraga dengan intensitas moderat yang sangat berperan dalam membantu mencegah dan menurunkan hipertensi. (f)

 
 


 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?