Foto: 123RF
Mendengar kata kolesterol, tidak bisa dipungkiri, kita kerap mengasumsikannya sebagai sesuatu yang jahat, penyebab penyakit. Ketika mendapati leher kaku dan kaki atau tangan kebas, gara-gara sehari sebelumnya makan bebek goreng, serta-merta kita mengambinghitamkan kolesterol. Sejahat itukah kolesterol? Berikut ini beberapa hal yang paling sering ditanyakan tentang kolesterol, dan dijawab oleh dr. Candra Wijanadi, CEO Medi-Call dan dokter emergency di RS Siloam Hospitals Bali.
T: Sebetulnya, apa kolesterol itu? Apakah ini diproduksi oleh tubuh sehingga kita hanya butuh sedikit kolesterol dari makanan?
J: Kolesterol adalah zat lemak yang terdapat pada seluruh produk hewani, seperti daging ayam, daging sapi, telur, dan produk susu. Berdasarkan sumbernya, kolesterol terbagi menjadi 2 jenis, yaitu kolesterol endogen dan eksogen. Kolesterol eksogen adalah kolesterol dari luar tubuh (makanan) yang diserap dari saluran pencernaan tiap hari, sedangkan kolesterol endogen diproduksi oleh tubuh, sebagian besar oleh hati. Kolesterol sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk membentuk membran sel, memproduksi hormon seks, dan membentuk asam empedu yang diperlukan untuk mencerna lemak.
T: Benarkah mengelola pola makan, diet rendah lemak, adalah satu-satunya cara untuk menjaga kadar kolesterol normal? Seperti apa pentingnya olahraga atau aktivitas fisik? Olahraga apa yang disarankan, dan seperti apa frekuensinya?
Orang dewasa yang melakukan aktivitas fisik akan berdampak pada peningkatan kesehatan, terutama dalam hal peningkatan metabolisme kolesterol. Untuk memperoleh manfaat kesehatan dibutuhkan paling sedikit 150 menit aktivitas sedang atau 75 menit untuk aktivitas berat dalam seminggu atau kombinasi dari keduanya. Jumlah waktu tersebut dapat dibagi dalam seminggu, sehingga dilakukan latihan aerobik paling sedikit tiga kali dalam seminggu. Latihan aerobik dapat dilakukan dalam bentuk rangkaian kegiatan yang tidak kurang dari 10 menit untuk sekali kegiatan dan diulangi tiga kali sehari. Ini merupakan aktivitas minimum yang dibutuhkan untuk menambah kesehatan. Makin besar jumlah waktu yang dilakukan selama seminggu dan intensitas latihan per kegiatan, makin besar manfaat yang diperoleh.
Lamanya latihan berhubungan dengan peningkatan kadar kolesterol HDL pada pria, sedangkan pada wanita belum jelas diketahui. Respons kadar kolesterol HDL berbeda untuk tiap individu tergantung pada intensitas, lama dan frekuensi latihan, kondisi awal kolesterol dan panjangnya periode latihan. Volume latihan minimal diperkirakan pada pengeluaran energi sebanyak 900 kcal atau 120 menit dari total panjang latihan selama seminggu. Tiap peningkatan lamanya aktivitas 10 menit sama dengan peningkatan kadar HDL kurang lebih 1,4 mg/dL (0,036 mmol/L).
T: Di pasaran kita bisa mudah mendapatkan obat atau suplemen penurun kadar lemak darah. Apa saran dokter dalam pemakaiannya?
J: Untuk mengonsumsi obat penurun kadar lemak darah alangkah baiknya berkonsultasi dengan dokter. Namun, sebelumnya perlu dilakukan pemeriksaan untuk melihat kondisi lemak dalam tubuh Anda terlebih dahulu, untuk menentukan apakah cukup dengan pola hidup sehat atau sudah perlu menggunakan obat-obatan untuk mengontrol kadar kolesterol. (f)
Baca juga:
- Asam Urat Bukan Hanya Penyakit Orang Usia Lanjut
- Ingin Langsing dan Sehat? Coba 4 Diet Sesuai Tipe Tubuh Anda Ini
Topic
#kolesterol