Foto: Pixabay
Wanita yang di tubuhnya mengandung kadar lemak rendah dapat mengalami amenore sekunder. menstruasi yang seharusnya sekali sebulan, bisa jadi sekali dalam 3 bulan,” jelas dr. Diana.
Sementara, bila massa otot kurang dari ukuran ideal, maka akibatnya tubuh akanmudah lelah dan capek. Otot memiliki beragam fungsi, salah satunya sebagai tempat penyimpanan gula yang diubah oleh hormon menjadi glikogen (cadangan gula). “Pengukuran massa otot memang tidak menjadi prioritas,” tuturnya.
“Selain memperburuk penampilan, kelebihan kadar lemak juga dapat memicu timbulnya penyakit degeneratif, seperti diabetes, hipertensi, stroke, atau penyakit jantung koroner,” kata dr. Diana F. Suganda, M.Kes, Sp.GK, Spesialis Gizi Klinik RSPI Bintaro Jaya.
Massa otot yang tinggi sangat baik untuk pembakaran lemak. Orang yang sering berolahraga biasanya memiliki massa otot yang baik, apalagi bila didukung asupan protein yang mencukupi. Massa otot yang banyak tidak memiliki dampak buruk, tapi biasanya akan menambah berat badan. Itu sebabnya, berat badan tidak bisa menjadi acuan bahwa program diet seseorang berhasil atau tidak.
Jika belum sempat mengukur komposisi tubuh di gym atau klinik, cara sederhana yang dapat Anda lakukan untuk mengetahui suksesnya program diet dapat dilihat dari ukuran lingkar perut, paha, dan lengan. Bandingkan ukurannya dengan ukuran sebelum menjalankan program diet. potensi penyakit pada tubuh. “Jadi, tidak hanya ketika akan menjalani program diet dan latihan, pengukuran juga dilakukan saat medical check up,” kata dr. Diana.(f)
Baca juga:
- Bermimpi Punya Tubuh Ideal? Ini Caranya
- Ini Cara Mengukur Komposisi Tubuh untuk Kebutuhan Diet Anda
- Diet dan Olahraga Hanya Efektif Jika Disesuaikan dengan Komposisi Tubuh
Topic
#komposisitubuh