Health & Diet
Tak Hanya Virus, Waspada Juga Bahaya Tungau Penyebab Penyakit

15 May 2020


Foto: Pixabay


Sejak pemerintah mengimbau untuk bekerja dan belajar dari rumah pada Maret 2020 lalu, setiap anggota keluarga Anda tentu jauh lebih sering bersentuhan dengan kasur dan sofa.  

Untuk itu kebersihan rumah dan segala perobatan memang sangat diperlukan, bukan hanya untuk membaskan Anda dari virus, tapi juga dari makhluk kecil lain tak kasat mata seperti tungau.

Dikutip dari www.who.int, tungau terdiri dari beragam jenis, dan masalah yang ditumbuhkan pun beragam. Memiliki ukuran yang sangat kecil, sekitar 0,5 hingga 2,0 mm. Tungau dapat memicu terjadinya berbagai penyakit serius pada manusia, mulai dari alergi pada kulit, demam, hingga mengganggu saluran pernapasan.
 
Artis Paula Verhoeven, dalam video yang diunggah di kanal YouTube Baim Paula pada Rabu, 13 Mei 2020 lalu mengatakan kalau anaknya, Kiano Tiger Wong digigit tungau.    
 
Apa itu tungau? Berikut jenis-jenis tungau, gejala serta bahayanya bagi manusia.
 
1. Tungau kudis
Tungau ini berukuran antara 0,2 dan 0,4 mm. Bila menggigit, siklus hidupnya akan menggali terowongan di bawah kulit yang akhirnya menimbulkan kudis (scabies).
 
Gejala gigitan tungau kudis (Sarcoptes scabiei) ini berupa rasa gatal pada kulit, khususnya pada bagian lipatan kulit, seperti ketiak, sela-sela jari, pinggang, siku, pergelangan tangan, telapak kaki, payudara, lutut, tulang belikat, leher, telapak tangan, bokong, bahkan di sekitar area kelamin. Pada anak kecil, tungau jenis ini dapat ditemukan di wajah dan area lain.

2. Tungau debu
Tungau jenis ini umumnya hidup dan berkembang biak di lingkungan yang hangat dan lembap, seperti di kasur atau tempat tidur, dan perabot seperti karpet, tirai, dan sofa. Makhluk berukuran sangat kecil ini memakan serpihan kulit yang dilepaskan manusia dan hewan peliharaan.
Advertisement

Tungau ini bisa memicu alergi bagi banyak orang. Bisa memicu asma pada penderita asma, dan menimbulkan gejala sesak napas, nyeri dada, batuk, dan napas berbunyi atau mengi.

3. Tungau demodex
Gigitan tungau Demodex bisa menimbulkan iritasi, kemerahan, gatal, kulit terasa panas dan perih, kulit menjadi sensitif, esksim, folikulitis, dan pigmentasi pada kulit.

Jenis tungau ini kerap ditemukan di folikel rambut, pada kulit wajah, dahi, sisi hidung, kelopak mata, lubang telinga bagian luar, dan bulu mata.
 
Agar rumah Anda terbebas dari tungau, rajin dan rutin membersihkan perabotan rumah seperti kasur, sofa dan karpet. Jika memungkinkan biarkan sinar matahari masuk menyinari ruangan atau kamar.

Setelah mencuci sprei, selimut, dan sarung bantal, jemurlah di bawah sinar matahari langsung. (f)


BACA JUGA :
Hama yang Paling Sering Muncul di Rumah dan Cara Mencegahnya
4 Cara Membersihkan Sofa di Tengah Wabah COVID-19
Makanan Penjaga Imunitas Saat Berpuasa



 


Topic

#tungau, #kesehatan, #virus

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?