Foto: Pixabay, AL
Bunuh diri bisa digolongkan sebagai gangguan jiwa. Menurut psikiater Nova Riyanti Yusuf, SpKJ, banyak hal yang sebenarnya bisa mengganggu kesehatan mental dan jiwa seseorang. Salah satunya adalah media sosial. Berikut penuturannya kepada femina.
“Menurut saya, sumber penyakit masyarakat yang terberat adalah media sosial yang tidak terkontrol. Susah, sih, karena sekarang zaman kebebasan berekspresi. Jadi kita tidak bisa berharap mereka untuk berhenti, soalnya yang bisa melindungi diri kita, ya, diri kita sendiri.
“Saya, tuh, capek banget baca grup WhatsApp yang isinya negatif. Intinya, hal-hal yang melelahkan tidak bagus untuk kesehatan jiwa. Apalagi manusia, kan, juga bisa copycat, meniru apa yang ia terima, dan lama-lama bisa terinternalisasi. Akhirnya sedikit banyak kita terdikte oleh nilai-nilai eksternal yang semu. Karena itu kita sebaiknya berhenti main media sosial. Pilih media sosial yang masih sehat untuk diri kita dan harus mampu membatasi diri,” ungkap Nova.
Nova juga menyarankan agar kita lebih aware terhadap setiap perubahan perasaan, perilaku, dan pikiran karena dapat mengacu pada masalah kejiwaan.
“Secara umum, perhatikan 3P, yaitu perasaan, perilaku, dan pikiran. Perubahan perilaku, misalnya jadi malas atau menarik diri maka itu harus diperhatikan. Kalau depresi perubahan 3P-nya harus menetap selama dua minggu. Bila setelah dua minggu tidak ada kemajuan harus segera diajak konsultasi ke psikolog. Kalau ada perbedaan yang dirasa cukup signifikan, entah gangguannya lebih ke arah mana. Kalau mood cenderung ke skizofrenia, semantara perasaan atau pikiran negatif bisa mengarah ke depresi.” (f)
Baca juga:
Heboh Pria Bunuh Diri Live di Facebook, Ini yang Harus Anda Lakukan Jika Menemukan Kasus Serupa
Penyebab Pria Bunuh Diri
Penjelasan Psikologis Tentang Fenomena Bunuh Diri
Topic
#bunuhdiri