Health & Diet
Diet Terbaik di Dunia yang Mudah Diterapkan di Indonesia

21 Aug 2019


Dok. Unsplash




Diet Mediterania, pola makan tradisional yang sudah digunakan oleh penduduk di negara sekitar Laut Mediterania awal 2019 ini dinobatkan US News and World Report, sebuah lembaga riset yang mengamati gaya hidup dan pengaruhnya terhadap  manusia, sebagai diet terbaik. 

Ini sesungguhnya tidak mengejutkan. Sudah lama para pakar percaya pola makan ini memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Bahkan UNESCO menyatakan Mediterranean diet sebagai Cultural Heritage of Humanity. 

"Diet ini sekarang menjadi yang terbaik karena adanya perubahan pola makan masyarakat yang lebih banyak makan junk food. Dengan itu, kita perlu meningkatkan kesadaran tentang pentingnya makan sehat, dan salah satu pola makan itu adalah Diet Mediterania," ujar Gabriela Sugianto MSc, Ahli Gizi, Indonesia International Institute for Life Sciences (i3L).

Tak sekadar teori, pola makan ini nyatanya masih dijalani oleh masyarakat di negara seperti Yunani. Sudah menjadi kebiasaan mereka dari kecil bahwa di dalam makanan sehari-hari terdapat berbagai unsur diet mediterania seperti minyak zaitun. 

"Walaupun begitu, dengan perkembangan globalisasi, kekayaan yang meningkat serta kehidupan yang sibuk, telah menyebabkan orang makan lebih banyak daging dan lebih sedikit sayuran. Diet mereka menjadi lebih banyak fast food," kata Gabriela, lulusan dari Biomedical Sciences, University of Manchester, Inggris.

Untuk itu, penting untuk kembali mengenal diet mediterania yang sesungguhnya, demi mendapatkan kesehatan di tengah gaya hidup yang kian menantang dengan semakin banyaknya tawaran makanan junk food dan fast food

Kabar baiknya, diet ini ternyata cocok dijalani oleh orang Indonesia. Walaupun daerah Mediterania mempunyai 4 musim, musim dingin di sana sangat ringan dan musim panasnya sangat panas (mirip dengan kondisi musim Indonesia). Oleh sebab itu, diet ini dapat diadaptasi dengan keperluan orang Indonesia.

Beberapa bahan yang penting dalam diet mediterania adalah zaitun, gandum utuh, tomat, berbagai macam buah dan sayur, serta seafood. Semuanya terdapat di makanan orang Indonesia. 

Bedanya, misalnya minyak zaitun, yang mungkin dianggap kurang ekonomis untuk orang Indonesia. Namun penggunaan minyak zaitun ini hanyalah 1-2 sendok makan untuk tumis atau ditambahkan ke sayuran. 

Gabriela mengingatkan, agar tak salah kaprah menggunakan minyak zaitun untuk deep frying, karena orang Indonesia suka gorengan, yang akan merusak kandungan minyak zaitun. Solusinya adalah: mengurangi deep frying, sehingga makanan sehari hari bisa diolah dengan cara tumisan atau makanan yang dipanggang (panfry) yang memakai minyak zaitun. Atau jika masih tetap ingin menggoreng, gunakanlah canola oil yang tinggi lemak tidah jenuh.

Selain itu, orang Indonesia banyak makan ayam dan daging merah, ketimbang ikan. Total Diet Survey 2014 menemukan bahwa orang Indonesia hanya mengkonsumsi 43 gram marine fish setiap hari. Untuk mengikuti diet mediterania, ikan yang perlu dikonsumsi adalah ikan yang berminyak, yang tinggi akan Omega 3, seperti makarel (kembung), sardin, tuna atau teri. Omega 3 penting untuk kesehatan jantung dan tumbuh kembang anak. (f)

Advertisement


BACA JUGA :
Mengenal Beauty Food, Makanan Yang Bisa Bikin Cantik
4 Kesalahan Diet Wanita Karier Menurut Dokter Tan Shot Yen
8 Fakta Pembantah Mitos Diet dan Kesehatan



Topic

#diet, #dietmediterania

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?