Divanda Gitadesiani (24) langsung merasakan problem pada kesehatannya karena sembrono minum suplemen pelangsing yang belum terdaftar di BPOM. Ia membelinya dari temannya yang juga menjualnya secara online. Tuntutan pekerjaannya sebagai model membuatnya tak pikir panjang dalam usaha menurunkan berat badannya sebesar 6 kg dalam waktu singkat.
“Kebetulan sepupu saya merekomendasikan ekstrak acai berry yang saat itu sedang jadi tren untuk menurunkan berat badan dalam waktu kilat dan melihat banyak teman yang turun berat badannya 2-3 kg per minggu setelah mengonsumsinya,” ungkapnya.
Buah acai berry (sejenis blueberry) mengandung antioksidan tinggi yang bisa menetralkan radikal bebas yang dapat merusak sel-sel. Kombinasi dari asam lemak, asam amino dan pitosterol yang terkandung dalam buah bulat kecil berwarna ungu gelap ini dapat membantu meningkatkan metabolisme, melancarkan pencernaan dan mengurangi nafsu makan. Sehingga, ekstrak acai berry sering kali dijadikan suplemen untuk tujuan diet.
Memang, sepertinya manfaat kesehatan yang diberikan acai berry itu banyak. Kandungan anthocyanins bisa menurunkan kadar kolesterol dan memperkuat sel, antioksidan untuk menjaga kesehatan kulit, kaya serat berfungsi sebagai detoksifikasi, dipercaya bisa diperoleh dari konsumsi rutin buah yang berasal dari Amerika Selatan ini.
Minggu pertama mengonsumsi ekstrak acai berry, Divanda mulai merasakan efek sampingnya, yaitu menjadi sulit tidur. Minggu kedua dan ketiga ia makin merasakan jantung yang berdegup sangat kencang tak lama setelah meminumnya. “Saya tidak bisa tidur sama sekali saat malam hari. Padahal, pada percobaan pertama dulu, saya tidak pernah mengalami ini,” keluhnya.
Untungnya Divanda menyadari bahwa jika ia terus mengonsumsinya, bisa berbahaya. “Akhirnya, karena takut mati konyol, saya memutuskan untuk berhenti meminumnya,” kata Divanda penuh sesal. .
Situs pemerhati kesehatan dan kebugaran www.livestrong.com memaparkan bahwa benar kandungan natural acai berry yang tinggi antioksidan dan flavonoids bermanfaat bagi kesehatan. Sayangnya, banyak produsen yang menambahkan zat pengawet atau kafein yang bereaksi dengan kandungan zat-zat di dalam acai berry yang bisa membahayakan kesehatan. Efek sampingnya macam-macam dan berbeda pada tiap orang, seperti reaksi alergi, sakit kepala, sakit perut, atau diabetes.
Sebuah artikel di Los Angeles Times (2009) menyebutkan, kafein sering ditambahkan ke suplemen obat pelangsing karena dapat menekan nafsu makan dan meningkatkan metabolisme. Sayangnya, kafein sering tidak dicantumkan dalam label kemasan.
Mengenai hal ini, dr. Marya Haryono, MGizi, SpGK dari RS Siloam Kebun Jeruk, menanggapi, ”Produk-produk suplemen penambah stamina, minuman berenergi, teh pelangsing, minuman kaya serat untuk memperlancar pencernaan biasanya diproses dengan campuran bahan-bahan kimia lainnya.” (Baca: Memilih Suplemen Diet Yang Aman)
Dalam satu kemasan produk ini pastinya dibuat dalam batas aman dikonsumsi. “Tetapi sama halnya dengan obat, pemakaian terus-menerus dan tidak sesuai indikasi tentunya memiliki efek samping, karena bagaimanapun bahan yang paling aman diterima dan diolah sistem metabolisme tubuh adalah bahan makanan alami,” tambahnya.
Efek jangka pendek mungkin sesuai dengan yang diiklankan, namun jika pemakaian produk ini dalam jangka panjang, seharusnya hati-hati, karena bisa berdampak pada kesehatan.