Karena itu, banyak panduan gizi menyarankan agar minum air selama Ramadan dilakukan secara bertahap, bukan sekaligus, supaya tubuh punya waktu menyerap cairan dengan optimal dari waktu berbuka hingga sahur.
Strategi cerdas atur asupan air
Menjaga asupan air selama Ramadan bukan sekadar soal berapa gelas yang diminum, tapi juga kapan dan bagaimana caranya. Salah satu pola yang cukup populer adalah metode 2-4-2, yaitu dua gelas saat berbuka, empat gelas di sela waktu makan malam hingga sebelum tidur, lalu dua gelas saat sahur. Pola ini membantu tubuh mendapatkan cairan secara merata tanpa rasa begah.Cara minum pun berpengaruh. Alih-alih menenggak air dalam jumlah besar saat berbuka, menyesap perlahan justru lebih bersahabat bagi tubuh. Minum terlalu cepat bisa membuat perut terasa penuh dan cairan lebih cepat keluar, sementara minum sedikit demi sedikit memberi kesempatan tubuh menyerap air dengan lebih baik.
Asupan cairan juga tak selalu harus datang dari air putih. Buah dan sayuran dengan kandungan air tinggi seperti mentimun, semangka, jeruk, tomat, hingga sayuran hijau bisa jadi bantuan ekstra untuk menjaga hidrasi. Sup, kaldu, dan yogurt pun termasuk pilihan yang ringan, mudah dicerna, dan pas disantap saat berbuka maupun sahur.
Minuman dan makanan yang perlu dibatasi
Tak semua minuman terasa segar berarti baik untuk hidrasi. Minuman berkafein seperti kopi, teh, dan soda cenderung bersifat diuretik, yang membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Konsumsinya sebaiknya dikurangi, terutama menjelang sahur.Makanan yang terlalu asin atau pedas juga bisa menjadi jebakan saat puasa. Acar, camilan olahan, dan lauk tinggi garam berpotensi membuat tenggorokan cepat kering dan tubuh lebih mudah haus sepanjang hari.
Begitu pula dengan minuman manis. Meski terlihat menggoda saat berbuka, jus kemasan dan soda dengan kandungan gula tinggi tidak menghidrasi tubuh seefektif air putih. Untuk kebutuhan cairan harian, air tetap menjadi pilihan utama.
Soal suhu, air dengan temperatur ruang atau suam-suam kuku cenderung lebih ramah bagi pencernaan, terutama saat berbuka. Jika bosan dengan rasa air putih, infused water dengan tambahan lemon, daun mint, atau irisan mentimun bisa jadi alternatif segar tanpa tambahan gula.
Secara umum, kebutuhan cairan selama Ramadan berada di kisaran 6-8 gelas per hari, disesuaikan dengan aktivitas dan kondisi tubuh. Dengan membagi waktu minum sejak berbuka hingga sahur, tubuh tetap terasa segar dan puasa pun bisa dijalani dengan lebih nyaman. (f)
Laili Damayanti
Topic
#RamadanSehat, #PuasaTetapFit, #ramadan