Health & Diet
10 Cara Meningkatkan Metabolisme

7 Jun 2016


Advertisement
Foto: Stocksnap.io

Selain olahraga, berikut ini 10 hal yang dapat mengoptimalkan kerja metabolisme tubuh:
  1. Mencukupi kebutuhan gizi harian. Terlalu rendahnya asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh dapat membahayakan metabolisme. Pada saat tubuh kekurangan banyak kalori, tubuh akan mengatabolisme asam amino pada jaringan otot untuk dijadikan energi dalam beraktivitas.
  2. Perhatikan kebutuhan asupan protein. Protein membantu membangun dan mempertahankan massa otot. Tubuh yang memiliki banyak massa otot memiliki kemampuan metabolisme yang lebih baik.
  3. Jangan lupakan kalsium. Selain baik untuk kepadatan tulang, kalsium ikut berperan dalam membantu tubuh membakar sel lemak sebagai sumber energi dalam beraktivitas.
  4. Penuhi kebutuhan mineral, terutama zat besi. Zat besi berperan mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh, termasuk otot. Apabila zat besi dalam tubuh kurang, suplai gizi dan oksigen ke seluruh sel juga ikut menurun.
  5. Konsumsi ikan secara rutin. Ikan salmon, tuna, dan sarden kaya akan asam lemak omega-3 yang berperan besar dalam fungsi kognitif dan menjaga metabolisme jaringan otot.
  6. Konsumsi stimulan alami. Kopi dan teh mengandung kafein dan Epigallocatechin-3-gallate (EGCG) yang dapat meningkatkan denyut jantung dan mempercepat kinerja saraf otak, sehingga pembakaran kalori tubuh pun ikut meningkat. Penelitian menunjukkan, terjadinya peningkatan metabolisme saat mengonsumsi kopi dapat mencapai 5%-8%. Walau begitu, berhati-hatilah mengonsumsi zat gizi yang memiliki efek stimulan terlalu banyak karena malah dapat merugikan kesehatan.
  7. Konsumsi makanan berserat tinggi. Sistem pencernaan dalam tubuh membutuhkan upaya besar dalam memproses serat,   di mana dalam proses tersebut dibutuhkan  kalori.
  8. Minum air dingin. Walau tidak besar, mengonsumsi air dingin juga dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Tubuh membutuhkan sedikit energi agar suhu air dingin dapat disesuaikan dengan suhu tubuh.
  9. Rempah dan bumbu seperti cabai dapat meningkatkan metabolisme. Pada cabai terkandung capsaicin yang memberikan rasa pedas pada bahan makanan tersebut. Zat gizi ini akan meningkatkan denyut jantung, sehingga lebih banyak kalori yang terbakar. Penelitian menunjukkan, peningkatan metabolisme dengan mengonsumsi makanan pedas dapat mencapai 25% dan masih berlangsung hingga 3 jam kemudian.
  10. Suplemen yang mengandung zat gizi dengan efek stimulan seperti kafein yang terkandung di suplemen fat burner sering kali digunakan untuk meningkatkan metabolisme. Walau begitu, penggunaan suplemen dapat menimbulkan efek negatif bagi pemakainya apabila tidak   sesuai dengan anjuran. Penggunaan suplemen tidak akan berpengaruh banyak jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik dan pengaturan pola makan. Mengonsumsi makanan alami dan dibarengi dengan rutin melakukan aktivitas fisik adalah pilihan yang lebih efektif. (f)



 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?