Foto: Fotosearch
Risiko memakai hig heels
Saat memakai high heels, terjadi perubahan pada postur tubuh. Telapak kaki yang seharusnya selalu berada di posisi datar dipaksa menekuk—tergantung seberapa tinggi hak yang kita kenakan.
“Jatuhnya titik berat kita jadi berubah sehingga ada kekuatan otot yang tidak imbang (imbalance muscle) dan tulang pun bergeser. Akibatnya, timbul keluhan mudah sakit pinggang, postur badan cenderung doyong ke depan, atau terhambatnya pembuluh darah seperti varises,” kata dr. Meidy.
Pemakaian high heels juga menyebabkan kerja otot meningkat. Di antaranya, ruas jari kaki akan semakin menonjol karena kita berusaha 'mencengkeram' sepatu untuk menyeimbangkan diri supaya nggak jatuh. Selain itu, otot leher pun nggak rileks karena kita terus-terusan mendongak ketika melihat ke depan.
Cari aman saja!
Sadar, kan, tungkai yang sehat sangat menunjang aktivitas kita? Makanya jangan biarkan tersiksa oleh penggunaan high heels selama berjam-jam.
“Pemakaian high heels selama dua jam masih bisa ditoleransi. Untuk pergi ke pesta maksimal tiga jam, soalnya kalau kelamaan bikin persendian kaku. Nah, saat di kantor kita bisa memakainya ketika berjalan-jalan, tapi kalau sudah duduk, ya, dicopot dulu,” saran dr. Meidy.
Saat sedang mencopot high heels, usahakan untuk melatih pergelangan kaki yang disebut ankle pumping exercise—pas buat mencegah varises, nih!
“Caranya: sambil duduk kita meluruskan kaki dengan ujung jari point, lalu gerakkan telapak kaki naik-turun. Maksudnya untuk memompa darah kembali ke atas agar otot-otot tungkai lebih rileks. Ketika otot rileks maka pembuluh darah pun akan lebih lancar,” kata dr. Meidy. (f)
Topic
#highheels