Pada pemeriksaan pap smear membutuhkan alat spekulum untuk mengambil sel-sel tertentu. Alat yang terbuat dari logam atau plastik yang berupa corong ini dimasukkan melalui liang vagina. Diameter alat ini beragam, mulai dari 1 cm hingga 4-5 cm. Karena itu, pemeriksaan pap smear jarang dilakukan pada wanita yang belum menikah karena dikhawatirkan bisa merusak selaput dara.
Sebenarnya, dengan spekulum kecil, selaput dara tidak akan terganggu. Untuk mengambil sel-sel dari mulut atau leher rahim dan vagina, digunakan alat lain (spatula) atau dengan cotton bud. Pemeriksaan pap smear dilakukan untuk mendeteksi adanya kelainan, berupa keganasan sel pada mulut atau leher rahim.
Namun, keganasan sel itu jarang ditemukan pada seorang wanita yang belum pernah berhubungan seksual atau belum mempunyai anak. Karena itu, pemeriksaan pap smear tidak perlu rutin dilakukan oleh wanita lajang. Selain itu, pap smear juga belum perlu dilakukan, kecuali jika ada kecurigaan timbulnya kelainan. (f)