Lagu-lagu zaman sekarang rata-rata adalah musik digital atau elektronik yang sejujurnya kurang pas di telingaku. Menurutku, lagu-lagu pada zamanku dulu lebih melodius dan everlasting. Selain itu, ada perasaan bahwa aku juga sudah terlalu tua untuk menikmati lagu-lagu baru ini. Jadi, seberapa seringnya pun mereka memperkenalkan lagu-lagu zaman sekarang kepadaku, aku tetap saja enggak ngeh bagaimana lagunya atau siapa penyanyinya. Sampai suatu ketika….
“Teman-teman, boleh tanya, dong… kemarin buku Sosiologi Hukum yang wajib dibeli, pengarangnya siapa, ya? Sori, Kak Grace lupa nyatet...,” tanyaku di WhatsApp Group.
“Pengarangnya Andrew Taggart, Kak Grace!” sahut Richard. Dengan ‘semangat 45’ kutelusuri rak-rak buku di toko buku yang koleksinya termasuk terlengkap di kotaku. Tapi, pencarianku sia-sia. Kucoba mencari memakai penelusuran di komputer, tapi tidak satu pun kutemukan buku Sosiologi Hukum karangan Andrew Taggart. Sampai anakku, Ari, yang dari tadi sibuk sendiri mencari buku cerita kesayangannya, menghampiriku.
“Mama cari buku apa, sih? Kok, dari tadi enggak ketemu-ketemu?” tanya anakku, ingin tahu.
“Ini… Mama cari buku Sosiologi Hukum karangan Andrew Taggart, Ri. Dari tadi Mama cari bukunya, kok, enggak ada, ya. Di komputer juga enggak ada. Googling di internet juga enggak ada,”ujarku lesu kepada anakku.
Kami pun tergelak berdua. Dan memang, aku dikerjain teman-teman abegeh itu. Aku juga jadi trending topic pembicaraan di kampus. Ha… ha…ha… malunya itu... .(f)